Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kematian ASN Bangkalan di Juanda Sisakan Banyak Kejanggalan
Proses evakuasi perempuan meninggal dalam mobil di Bandara Juanda. Dok. Kantor SAR Surabaya.
  • Seorang ASN Pemkab Bangkalan bernama RYS ditemukan meninggal di dalam mobil dinasnya yang terparkir di area Terminal 1 Bandara Juanda setelah sempat menghilang beberapa hari.
  • Keluarga menemukan banyak kejanggalan, seperti posisi jasad di kursi penumpang depan dan keberadaan mobil dinas di bandara tanpa alasan jelas atau agenda perjalanan yang diketahui.
  • Penyebab kematian belum dapat dipastikan karena kondisi jenazah membusuk, sementara polisi masih menyelidiki dengan mengamankan barang bukti termasuk ponsel korban untuk proses autopsi dan penyidikan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sidoarjo, IDN Times – Misteri penemuan jasad perempuan di dalam mobil dinas di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda memasuki babak baru. Korban diketahui merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan berinisial RYS (50).

Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, membenarkan perempuan yang ditemukan meninggal di dalam mobil dinas Toyota Innova berpelat merah M 1090 GP itu merupakan RYS. Meski kondisi jenazah telah mengalami pembusukan lanjut, keluarga meyakini identitas korban berdasarkan proses identifikasi.

Risang menuturkan, RYS terakhir kali berpamitan bekerja seperti biasa pada Kamis (18/6/2026) menggunakan mobil dinas. Korban sempat memberi kabar kepada keluarga dengan alasan masih mengikuti rapat.

"Hari Kamis berangkat seperti biasa. Jumat masih video call dengan adiknya, masih teleponan dengan anaknya, ada chatting dengan suaminya. Sabtu pagi masih chatting. Sabtu siang sudah tidak bisa dihubungi," ujarnya, Kamis (25/6/2026).

Sejak itu, korban menghilang hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia di dalam mobil yang terparkir di Bandara Juanda pada Rabu (24/6/2026).

Menurut Risang, terdapat sejumlah kejanggalan yang membuat keluarga mempertanyakan penyebab kematian korban. Salah satunya, posisi jasad saat ditemukan bukan berada di kursi pengemudi, melainkan di kursi penumpang depan sebelah kiri. "Yang ditemukan di jok penumpang sebelah kiri. Artinya ada dugaan ada seseorang yang di dalam mobil itu juga," katanya.

Keluarga juga mempertanyakan alasan mobil dinas tersebut berada di kawasan Bandara Juanda. Sebab, selama ini korban tidak pernah memberi tahu memiliki agenda perjalanan ataupun mengantar seseorang ke bandara.

"Dari pihak keluarga kami meyakini korban tidak ada keperluan apa-apa di tempat itu. Tidak mengantar siapa pun, tidak menyebut siapa pun. Jadi itu memang diduga oleh orang yang membawa, sengaja ditinggalkan di situ," ungkapnya.

Selain itu, keluarga menyebut RYS tidak memiliki persoalan pribadi maupun konflik dengan siapa pun yang diketahui keluarga. "Tidak ada sama sekali. Kalaupun ada, berarti sangat rapi disembunyikan. Tapi saya rasa tidak ada," ucapnya.

Risang mengatakan korban hanya memiliki riwayat sakit lambung yang sesekali kambuh dan tidak memerlukan pengobatan rutin ataupun perawatan intensif.

Sementara itu, kondisi jenazah yang telah mengalami pembusukan lanjut membuat penyebab kematian belum dapat dipastikan secara kasat mata. Keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada hasil autopsi dan penyelidikan kepolisian.

"Kondisi jenazah sudah pembusukan lanjut. Jadi biar nanti dokter yang memberikan kesimpulan," katanya.

Saat ini, Polresta Sidoarjo masih menyelidiki kasus tersebut. Sejumlah barang bukti, termasuk telepon genggam korban dan barang-barang yang ditemukan di dalam mobil, telah diamankan untuk kepentingan penyidikan.

Keluarga berharap penyelidikan segera mengungkap penyebab kematian RYS, termasuk menjawab berbagai kejanggalan yang mengiringi penemuan jasad ASN Pemkab Bangkalan tersebut di area parkir Bandara Juanda.

Editorial Team

Related Article