Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Keluarga Wakili Gilang "Bungkus" Meminta Maaf

Keluarga Wakili Gilang "Bungkus" Meminta Maaf
Korban Gilang, Fetish Kain Jarik yang Viral di Twitter. Twitter.com
Share Article

Surabaya, IDN Times - Pihak keluarga mewakili Gilang "Bungkus" untuk meminta maaf kepada publik dan pihak Universitas Airlangga atas kegaduhan yang dilakukan oleh Gilang, mahasiswa yang yang diduga melakukan pelecehan seksual dengan dalih tugas akhir. Pihak keluarga juga memberikan klarifikasi untuk melengkapi keterangan kasus Gilang.

1. Unair rapat virtual dengan keluarga Gilang

Unair.ac.id
Unair.ac.id

Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Budaya Unair, Puji Karyanto menyampaikan bahwa sebenarnya mereka menjadwalkan pertemuan virtual dengan Gilang untuk mengklarifikasi tuduhan-tuduhan yang beredar. Namun ternyata Gilang masih belum bisa ditemui oleh pihak kampus.

"Fakultas itu mengambil langkah-langkah untuk menyelesaikan apa yang menjadi kekhawatiran publik. Keinginan kami bertemu langsung dengan mahasiswa kami. Ternyata sampai kemarin tidak bisa dan hanya diwakili oleh ibu dan kakaknya," ujar Puji saat dihubungi IDN Times, Selasa (4/8/2020).

2. Rapat untuk mengumpulkan pertimbangan sanksi

Ilustrasi kekerasan/pelecehan seksual. IDN Times/Sukma Shakti
Ilustrasi kekerasan/pelecehan seksual. IDN Times/Sukma Shakti

Lebih lanjut, Puji pun meminta keluarga Gilang untuk kooperatif dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan kampus serta memberikan penjelasan terhadap tindakan Gilang. Nantinya, jawaban mereka akan digunakan dalam pertimbangan Komite Etik untuk usulan sanksi bagi Gilang.

"Kami mengapresiasi bahwa keluarga mau mewakili Gilang hadir dalam rapat itu sehingga kami relatif terlengkapi bahannya untuk menentukan sikap selanjutnya," tuturnya.

3. Keluarga mengklarifikasi dan minta maaf

Korban Gilang, Fetish Kain Jarik yang Viral di Twitter. Twitter.com
Korban Gilang, Fetish Kain Jarik yang Viral di Twitter. Twitter.com

Selain itu, pihak keluarga meminta maaf dan menyesali tindakan Gilang yang membuat publik heboh. Namun, Puji tak menjabarkan lebih lanjut penjelasan keluarga Gilang terhadap apa yang telah dilakukan oleh Gilang hingga membuat sejumlah pihak mengaku trauma.

"Pada dasarnya mereka juga sama dengan kami, menyesalkan terkait apa yang membuat riuh rendah di masyarakat," ungkapnya.

4. Gilang ada di Kapuas

Cuitan Ernest Prakasa mengenai Gilang yang diketahui sebagai Fetish Kain Jarik (Twitter.com/ernestprakasa)
Cuitan Ernest Prakasa mengenai Gilang yang diketahui sebagai Fetish Kain Jarik (Twitter.com/ernestprakasa)

Selain itu, sebenarnya pihak kampus telah mengetahui keberadaan Gilang. Ia berada di kampung halamannya, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Namun Puji mengatakan bahwa kampus tidak memiliki kewenangan untuk menjemput paksa mahasiswa jurusan Sastra Indonesia tersebut.

"Kami tidak punya hak untuk memanggil paksa, kami bukan aparat penegak hukum seperti jaksa dan polisi. Kampus itu fokusnya pada pelanggaran akademik dan pelanggaran etika di kampus. Kalau pelanggaran pidana itu domainnya polisi," pungkasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fitria Madia
EditorFitria Madia

Latest News Jawa Timur

See More

Ekonom Sebut Harga BBM Tidak Segera Turun Meski Minyak Dunia Melandai

17 Jun 2026, 21:09 WIBNews