Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kebakaran Hutan Gunung Lawu Magetan Padam, 9 Hektare Sempat Terbakar
Kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu wilayah Magetan berhasil di padamkan. IDN Times/Riyanto.
  • Kebakaran hutan Gunung Lawu di perbatasan Magetan-Ngawi sejak 14 September 2026 membakar sekitar 9 hektare di petak 50E1, 50A1, dan 50A2 RPH Bedagung.
  • Hingga 15 September, titik api di wilayah Magetan telah padam, sementara petugas memantau perbatasan karena api sempat bergerak ke arah Ngawi dan Gunung Anak.
  • Sebanyak 276 personel gabungan dikerahkan untuk pemadaman, pemantauan, dan penguatan ilaran sepanjang 1,5 kilometer; BPBD mengimbau warga mencegah pemicu kebakaran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Magetan, IDN Times - Kebakaran hutan di kawasan Gunung Lawu, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, berhasil dipadamkan. Sebelumnya, kobaran api membakar sekitar 9 hektare kawasan hutan di perbatasan Magetan dan Ngawi.

Kebakaran terjadi sejak Senin (14/9/2026) sekitar pukul 07.58 WIB. Lokasinya berada di perbatasan Desa Jabung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, dengan Desa Karangrejo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi. Berdasarkan data Perhutani KPH Lawu DS, area yang terdampak berada di petak 50E1, 50A1, dan 50A2 RPH Bedagung.

Kalaksa BPBD Kabupaten Magetan, Eka Raditya, memastikan hingga Selasa (15/9/2026) tidak ditemukan lagi titik api di wilayah administratif Kabupaten Magetan. "Untuk titik api yang berada di petak 50 wilayah Kabupaten Magetan sudah padam. Saat ini tidak terdapat titik api di wilayah Kabupaten Magetan," ujar Eka.

Meski api telah padam, petugas masih melakukan pemantauan di kawasan tersebut. Perbaikan dan penguatan ilaran juga dilakukan sebagai langkah antisipasi agar api tidak kembali menjalar.

"Hingga saat ini kita masih melakukan pemantauan dan perbaikan ilaran di petak 50. Panjang ilaran yang sudah dikerjakan sekitar 1,5 kilometer," katanya.

1. Api sempat mengarah ke Ngawi

Kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu wilayah Magetan berhasil di padamkan. IDN Times/Riyanto.

Laporan kebakaran diterima Call Center BPBD Kabupaten Magetan pada Senin sekitar pukul 09.00 WIB. Tim gabungan kemudian bergerak menuju sejumlah titik untuk memastikan kondisi kebakaran.

Sekitar pukul 09.12 WIB, tim melaporkan titik api di kawasan Watugede telah padam. Namun, arah api diketahui bergerak ke utara, menuju wilayah Kabupaten Ngawi.

Sekitar pukul 09.34 WIB, tim kembali melaporkan titik api bergerak menuju Gunung Anak yang masuk wilayah Ngawi.

Pada pemantauan berikutnya, ditemukan dua titik api di wilayah Ngawi yang berjarak sekitar 100 meter dari perbatasan Kabupaten Magetan dan Ngawi.

"Kita tetap melakukan pemantauan, terutama di sekitar perbatasan. Meskipun titik api tersebut berada di wilayah Ngawi, kita perlu memastikan tidak ada perambatan kembali ke wilayah Magetan," kata Eka.

Petugas juga melakukan pembersihan material yang berpotensi mengganggu ilaran. Sejumlah pohon melintang dipotong menggunakan chainsaw.

2. 276 personel gabungan dikerahkan

Kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu wilayah Magetan berhasil di padamkan. IDN Times/Riyanto.

Penanganan kebakaran melibatkan 276 personel gabungan dari BPBD, TNI-Polri, Perhutani, Cabang Dinas Kehutanan, pemerintah kecamatan dan desa, LMDH, Destana, Tagana, SAR, relawan, MPA hingga mahasiswa KKN Unesa.

Dukungan masyarakat cukup besar. LMDH Jabung mengerahkan 80 personel, sedangkan LMDH Bedagung mengirimkan 70 personel.

Ratusan personel tersebut melakukan pemantauan, memperkuat ilaran, membersihkan material yang berpotensi menjadi bahan bakar api, hingga memastikan tidak muncul titik api baru di wilayah Magetan.

Hingga Selasa petang, seluruh tim telah kembali ke pos lapangan setelah memastikan titik api di wilayah Magetan nihil.

3. BPBD ingatkan warga

Kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu wilayah Magetan berhasil di padamkan. IDN Times/Riyanto.

BPBD Magetan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Warga diminta tidak membuka lahan dengan cara dibakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta tidak menyalakan api di kawasan yang mudah terbakar.

"Yang paling penting adalah pencegahan. Kami mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar dan tidak membuang puntung rokok sembarangan, khususnya di kawasan yang rawan kebakaran," ujar Eka.

Editorial Team

Related Article