Surabaya, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan di Jawa Timur terjadi di enam gunung dan bukit, Sabtu (5/9/2026). Paling parah terjadi di Gunung Semeru yang menghanguskan 1.888,91 hektare area.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid Darlog) BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno mengatakan, enam gunung dan bukit tersebut mulai dari kawasan Pegunungan Arjuno-Welirang, Gunung Semeru, kawasan wisata Gunung Ijen, Gunung Buthak, Wilis dan Bukit Sariwani, Probolinggo.
Di Gunung Semeru, area yang terbakar adalah di area Ranu Kumbolo. Kemudian di Pos 1 Gunung Semeru sampai Barat Ranu Kumbolo.
"BPBD Provinsi Jatim bersama tim gabungan saat ini melaksanakan upaya pemadaman secara manual pada titik api di wilayah Pos 1, Pos 2, dan Pos 3 serta di area Krepelan," ujar Satriyo.
Kemudian di Gunung Wilis, kebakaran terjadi sejak Minggu (30/8/2026). Titik api kebakaran berada di wilayah Bukit Gunung Gede. Penyebab kebakaran diduga akibat tindakan orang yang tidak bertanggung jawab.
"Personel Perhutani saat ini berada di Pos Pantau Kelir dan melaksanakan pemantauan dari jarak jauh karena kondisi medan yang curam dan terjal," ucapnya.
Luas area yang terbakar di Kabupaten Nganjuk kurang lebih 5 hektere, dan di Kabupaten Kediri kurang lebih 11 hektare.
Kemudian di kawasan wisata Gunung ijen, kebakaran terjadi di wilayah Gunung Ungup - Ungup. Kebakaran tersebut sampai membuat wisata Gunung Ijen ditutup.
"Bupati Banyuwangi menetapkan status Tanggap Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan melalui Keputusan Nomor 100.3.3.2/229/KEP/429.011/2026," terang dia.
Tim Gabungan saat ini melakukan proses pemadaman di wilayah Pos 3 Jalur Pendakian Kawah Ijen. BPBD Kab. Banyuwangi dan BPBD Kab. Bondowoso melakukan suplai air untuk mendukung kebutuhan penanganan di lapangan.
"Luas area terbakar kurang lebih 20 hektere, data sementara," ungkap dia. Personil BPBD Kab. Banyuwangi, BPBD Kab. Bondowoso dan BKSDA Kawah Ijen melakukan pemantauan di wilayah Bumi Perkemahan Paltuding.
Lalu di kawasan Bukit Sariwani, kebakaran terjadi di Hutan wilayah Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Kondisi saat ini, titik api terpantau berada di wilayah sisi timur P30.
"Tim gabungan saat ini melakukan pemantauan dari jarak jauh dikarenakan medan yang terjal dan sulit dijangkau," ungkap dia.
Satriyo menyebut kendala kebakaran di bukit tersebut adalah lereng yang terjal, sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan penanganan jalur darat.
"Upaya yang dilakukan personil BPBD Provinsi Jatim bersama BPBD Kab. Probolinggo melanjutkan pemantauan situasi dan kondisi serta siaga di lokasi," sebutnya.
Terakhir, di kawasan Gunung Buthak. Kepulan asap yang cukup tebal di wilayah Gunung Buthak. Kondisi saat ini masih teramati titik api berada di lereng.
"Tim gabungan saat ini melaksanakan pemantauan dan siaga di Posko Penanganan Karhutla yang berada di Pos Tiket Pendakian Gunung Buthak," ungkap dia.
Satriyo menuturkan, upaya pemadaman api di Gunung Buthak dilakukan dengan menerjunkan Helikopter PK-DAP. Helikopter tersebut melaksanakan operasi water bombing sebanyak 8 kali pada area Gunung Buthak yang terdampak kepulan asap, dengan koordinat -7.5546, 112.2823.
"Sumber air untuk mendukung operasi water bombing berada di kawasan Perumahan Nilaya, dengan rincian Kolam 1 berkapasitas 10.000 liter dan Kolam 2 berkapasitas 30.000 liter," ucapnya.
Lereng yang terjal menjadi salah satu kendala penanganan. Kondisi tersebut tidak memungkinkan untuk melakukan penanganan jalur darat.
