Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kakak-Adik Usia 5 dan 7 Tahun Tewas Terjebak Kebakaran di Surabaya
Suasana evakuasi korban kebakaran di Surabaya. Dok. Istimewa.
  • Kebakaran melanda rumah di Jalan Simorejo Gang 16 Nomor 4, Surabaya, Minggu sore, dan menewaskan dua kakak-adik, Umam (5) serta Ahwa (7).
  • Warga melihat kepulan asap dari atap rumah lalu meminta pertolongan. Petugas pemadam datang, memadamkan api, serta mencari penghuni di dalam rumah.
  • Kedua anak ditemukan tidak bernyawa di kamar yang disebut terkunci dari luar saat orang tua mereka pergi takziah. Petugas kemudian mengevakuasi korban.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Minggu (13/9/2026) sore

Kebakaran melanda sebuah rumah di Jalan Simorejo Gang 16 Nomor 4, Surabaya. Umam (5) dan Ahwa (7) ditemukan meninggal di dalam kamar setelah petugas memadamkan api dan melakukan pencarian.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kebakaran melanda sebuah rumah dan menewaskan dua anak kakak-adik, Umam (5) dan Ahwa (7), yang ditemukan di dalam kamar.
  • Who?
    Umam berusia 5 tahun dan Ahwa berusia 7 tahun menjadi korban. Warga, petugas pemadam kebakaran, serta orang tua kedua anak turut terkait dalam kejadian ini.
  • Where?
    Kebakaran terjadi di sebuah rumah di Jalan Simorejo Gang 16 Nomor 4, Surabaya.
  • When?
    Peristiwa terjadi pada Minggu sore, 13 September 2026.
  • Why?
    Penyebab kebakaran per saat ini masih belum diketahui. Kedua korban berada di kamar yang disebut terkunci dari luar saat orang tua mereka pergi takziah.
  • How?
    Warga melihat asap dari atap rumah dan meminta pertolongan. Petugas pemadam datang, memadamkan api, mencari penghuni, lalu mengevakuasi kedua korban dari kamar dalam kondisi tidak bernyawa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Dua kakak adik, Umam umur 5 tahun dan Ahwa umur 7 tahun, meninggal saat rumah mereka kebakaran di Surabaya. Mereka ada di kamar yang terkunci dari luar. Orang tua mereka sedang pergi takziah. Warga melihat asap dan minta tolong. Petugas pemadam datang, mematikan api, lalu membawa kedua anak dari rumah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah tragedi yang menyelimuti Simorejo, respons warga menunjukkan kepedulian nyata: kepulan asap segera dikenali, seruan pertolongan disampaikan, dan warga ikut berupaya memadamkan api. Laporan tersebut juga memungkinkan petugas pemadam tiba, menangani kebakaran, melakukan pencarian, serta mengevakuasi kedua anak dari dalam rumah di lokasi itu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Tangis pecah di Jalan Simorejo Gang 16 Nomor 4, Surabaya, Minggu (13/9/2026) sore. Kebakaran yang melanda sebuah rumah berujung tragis setelah dua anak yang merupakan kakak-adik ditemukan tidak bernyawa di dalam kamar.

Kedua korban diketahui bernama Umam (5) dan Kaffa (7). Keduanya ditemukan berada di dalam kamar ketika petugas pemadam kebakaran tiba dan melakukan penanganan terhadap kobaran api.

Warga sekitar sebelumnya dikejutkan dengan kepulan asap yang terlihat dari bagian atap rumah. Menyadari adanya kebakaran, warga langsung berteriak meminta pertolongan.

"Warga awalnya ada yang melihat asap di atap, akhirnya warga berteriak minta tolong," ujar Wawan, salah satu warga di lokasi.

Tak lama kemudian, petugas pemadam kebakaran datang setelah menerima laporan dari warga. Petugas langsung berupaya memadamkan api sekaligus melakukan pencarian terhadap penghuni rumah.

Namun, suasana berubah menjadi duka setelah dua anak ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dalam kamar.

Menurut Wawan, saat kebakaran terjadi, kedua korban berada di dalam kamar. Kamar tersebut disebut dalam kondisi terkunci dari luar karena kedua orang tua korban sedang pergi untuk takziah.

"Saat kebakaran, korban memang berada di dalam kamar, dikunci dari luar, karena orang tuanya sedang pergi takziah," lanjut Wawan.

Informasi mengenai kondisi kedua korban tersebut membuat warga yang berada di sekitar lokasi semakin histeris. Warga sebelumnya berupaya membantu memadamkan api sembari menunggu petugas datang. Petugas kemudian melakukan penanganan di lokasi dan mengevakuasi kedua korban dari dalam rumah.

Curated For You

Editorial Team

Related Article