Surabaya, IDN Times - "Ajur, tempe Bang Jarwo wis goyang," sambat pengrajin tempe asal Dolly, Surabaya, Jarwo Susanto ketika mengomentari status WhatsApp (WA) milikku perihal perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Sabtu (17/7/2021).
Iya, pemerintah baru-baru ini mengumumkan perpanjangan PPKM Darurat. Kebijakan yang harusnya hanya 17 hari saja, 3-20 Juli itu dilanjut hingga akhir Juli 2021. Perpanjangan itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy.
Seketika, pengumuman itu menuai banyak protes warganet di media sosial. Ada yang nyeletuk: 'PPKM Darurat Sampai Akhir Hayat’, 'PPKM Darurat Sampek Kiamat'. 'Habis PSBB, PPKM, PPKM Mikro, PPKM Darurat, PSSI, PBSI, PSIS, PERSIB'. 'PPKM (Pelan-Pelan Kita Miskin)' hingga ada candaan 'PPKM Darurat Diperpanjang Sampai Arsenal Juara Liga Champions Eropa'.
Kalimat-kalimat satire yang bertebaran di jagat maya itu rupanya tak cukup mewakili perasaan Jarwo dan beberapa pelaku usaha. Kepada IDN Times, mereka ramai-ramai mencurahkan sambatannya karena merasa terpukul oleh kebijakan yang digagas Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.
