Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jemaah Haji Surabaya 2026 Meninggal Dunia Bertambah Lagi Jadi 12 Orang
Plt Kanwil Kementrian Haji dan Umrah Jawa Timur, As'adul Anam. (IDN Times/Khusnul Hasana)
  • Jumlah jemaah haji Embarkasi Surabaya yang meninggal dunia bertambah menjadi 12 orang, terdiri dari 11 di Arab Saudi dan satu di Surabaya akibat sakit jantung.
  • Hingga 18 Mei 2026, sebanyak 38.690 jemaah dan petugas atau sekitar 88 persen dari total rencana pemberangkatan telah berangkat menuju Tanah Suci.
  • PPIH Embarkasi Surabaya mencatat adanya mutasi keluar dan masuk jemaah serta terus mengoptimalkan pengisian kursi kosong agar operasional pemberangkatan tetap efisien dan lancar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Jemaah haji Embarkasi Surabaya yang meninggal dunia kembali bertambah menjadi 12 orang. 11 orang meninggal di Arab Saudi dan satu di Surabaya.

Adapun jamaah wafat di Arab Saudi adalah Kamariyah Dul Tayib (85), Kloter 8 asal Kabupaten Pasuruan, Abd Wachid (71), Kloter 7 asal Kabupaten Pasuruan, Fajar Puja Sasmita (53), Kloter 11 asal Kota Malang.

Kemudian, Sibiatun Saji (72 ), Kloter 33 asal Kabupaten Lamongan, Mustika Rajim D (75), Kloter 47 asal Kabupaten Gresik, Suyono Reso (58), Kloter 62 asal Kabupaten Jombang, Dumaiyah Gopur (67 ), Kloter 6 asal Kabupaten Pasuruan.

Lalu, Asraf Sudam (65), Kloter 1 asal Kabupaten Probolinggo, Tarni Talikah Kastamun (66), Kloter 55 Kabupaten Sidoarjo, Samanu Linggan (85 tahun), Kloter 16 Kabupaten Malang, Ngatiyah Marijo (62 tahun), Kloter 91 asal Kabupaten Jember.

Sementara itu, jamaah wafat di embarkasi atas nama Tini Atmin (56), Kloter 43 Kabupaten Gresi. Dia meninggal karena sakit jantung saat menjalani perawatan di RSUD Haji Surabaya.

“Kami turut menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya para jamaah haji. Semoga seluruh amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya Mohammad As’adul Anam.

Hingga saat ini, jumlah jamaah yang masih mengalami penundaan keberangkatan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya tercatat sebanyak 16 orang yang terdiri atas 8 jamaah sakit, 2 pendamping, dan 4 kategori lain-lain yang masih menjalani observasi kesehatan maupun penjadwalan keberangkatan lanjutan.

PPIH Embarkasi Surabaya per 18 Mei 2026 pukul 09.00 WIB, sebanyak 38.690 jamaah dan petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci atau mencapai 88 persen dari total rencana pemberangkatan musim haji 1447 H/2026 M.

Total rencana pemberangkatan Embarkasi Surabaya tahun ini sebanyak 44.080 orang yang terdiri atas 42.109 jamaah, 464 petugas, 162 Petugas Haji Daerah (PHD), serta 140 Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (PIH KBIHU) yang terbagi dalam 116 kelompok terbang (kloter).

Secara kumulatif hingga 17 Mei 2026, sebanyak 37.552 jamaah dan petugas telah diberangkatkan dalam 99 kloter. Pada 18 Mei 2026, terdapat tambahan keberangkatan sebanyak 1.140 orang dari Kloter SUB 100, SUB 101, dan SUB 102, sehingga total kumulatif pemberangkatan mencapai 38.690 orang dalam 102 kloter.

“Alhamdulillah, operasional pemberangkatan jamaah haji Embarkasi Surabaya hingga saat ini berjalan lancar dan tertib. Seluruh petugas terus berupaya memberikan pelayanan terbaik agar jamaah dapat berangkat menuju Tanah Suci dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan operasional, tercatat sebanyak 162 mutasi keluar yang memengaruhi komposisi manifest keberangkatan jamaah. Mutasi keluar tersebut terdiri atas 1 jamaah sakit di daerah, 36 jamaah sakit di Rumah Sakit Haji, 2 jamaah hamil di asrama haji, 18 pendamping jamaah, 1 jamaah wafat di daerah, 37 jamaah tunda dari daerah, 3 jamaah tunda Mecca Route, 37 praman kosong, 2 jamaah sakit di perjalanan, 2 perpindahan nomor urut, serta 23 perpindahan kloter.

PPIH Embarkasi Surabaya juga mencatat sebanyak 92 mutasi masuk yang terdiri atas 32 jamaah dari daftar belum berkloter dan 60 jamaah dari kloter lain yang dialihkan untuk mengisi kursi kosong. Dengan mekanisme tersebut, jumlah open seat hingga saat ini tercatat sebanyak 70 kursi.

“PPIH terus melakukan optimalisasi pengisian kursi kosong agar kapasitas penerbangan tetap maksimal dan pemberangkatan jamaah berjalan efektif,” tambah Mohammad As’adul Anam.

Editorial Team