Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jatim Siapkan 6 Daerah Jadi KEK Baru di Selatan-Barat
ilustrasi manufaktur, industri, karyawan pabrik (magnific.com/ArthurHidden)
  • Pemerintah pusat dan Pemprov Jatim mematangkan KEK di Pacitan, Ngawi, Magetan, Kabupaten Madiun, Kota Madiun, dan Ponorogo dalam aglomerasi Pawitandirogo.
  • KEK akan fokus pada pariwisata, agroforestri, perikanan, dan ekonomi kreatif digital; Pacitan diproyeksikan sebagai pusat nilai tambah sektor bahari.
  • Keberhasilan rencana ini bergantung pada konektivitas, infrastruktur distribusi, serta keterlibatan aktif UMKM, nelayan, petani, dan pelaku ekonomi kreatif dalam rantai nilai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
kini

Pemerintah pusat dan Pemprov Jatim mematangkan rencana pembentukan KEK di Pacitan, Ngawi, Magetan, Kabupaten Madiun, Kota Madiun, dan Ponorogo. Pacitan diproyeksikan sebagai pusat pengembangan ekonomi bahari.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemerintah pusat dan Pemprov Jawa Timur mematangkan rencana pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus baru di enam daerah dalam aglomerasi Pawitandirogo.
  • Who?
    Pemerintah pusat, Pemprov Jawa Timur, Komisi B DPRD Jatim, serta masyarakat lokal seperti UMKM, nelayan, petani, pekerja pariwisata, dan pelaku ekonomi kreatif terlibat dalam rencana ini.
  • Where?
    KEK direncanakan di Pacitan, Ngawi, Magetan, Kabupaten Madiun, Kota Madiun, dan Ponorogo, Jawa Timur. Pacitan diproyeksikan menjadi pusat pengembangan ekonomi bahari.
  • When?
    Rencana pembentukan KEK saat ini masih dalam tahap pematangan oleh pemerintah pusat dan Pemprov Jawa Timur; waktu pelaksanaan belum ada kepastian.
  • Why?
    KEK disiapkan untuk menggerakkan ekonomi Jawa Timur bagian barat, mengolah potensi lokal, dan mengurangi konsentrasi pertumbuhan ekonomi di wilayah timur serta tengah provinsi.
  • How?
    Pengembangan diarahkan pada pariwisata, agroforestri, perikanan, dan ekonomi kreatif digital, disertai peningkatan konektivitas serta pelibatan UMKM, nelayan, petani, dan pekerja lokal dalam rantai nilai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jawa Timur mau membuat tempat ekonomi baru di Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun, dan Ponorogo. Pacitan akan fokus pada laut, ikan, dan wisata pantai. Pemerintah juga mau bantu usaha kecil, nelayan, dan petani. Jalan ke tempat wisata dan tempat ikan harus dibuat lebih baik dulu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rencana KEK Pawitandirogo membuka ruang bagi Pacitan dan lima daerah lain untuk mengolah keunggulan lokal menjadi kegiatan ekonomi yang saling terhubung. Fokus pada pariwisata, perikanan, agroforestri, UMKM, dan ekonomi kreatif memberi tempat bagi masyarakat setempat untuk terlibat langsung, sementara penguatan konektivitas dapat menopang akses ke destinasi, produksi, serta distribusi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times – Jawa Timur (Jatim) bersiap membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah selatan-barat. Pemerintah pusat bersama Pemprov Jatim tengah mematangkan rencana pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di enam daerah, dengan Pacitan sebagai salah satu kawasan yang diproyeksikan menjadi pusat pengembangan ekonomi bahari.

Enam daerah tersebut yakni Pacitan, Ngawi, Magetan, Kabupaten Madiun, Kota Madiun, dan Ponorogo. Kawasan ini berada dalam satu bentang aglomerasi yang dikenal sebagai Pawitandirogo dan disiapkan untuk menggerakkan ekonomi Jatim bagian barat melalui sektor yang sesuai dengan karakter wilayah.

Konsep KEK yang tengah digodok tidak diarahkan untuk mengejar industri berat. Kontur wilayah yang didominasi pegunungan dinilai lebih cocok dikembangkan melalui pariwisata, agroforestri, perikanan, serta ekonomi kreatif berbasis digital.

Pacitan mendapat porsi strategis dalam konsep tersebut. Kabupaten yang berada di pesisir selatan Jatim itu disiapkan sebagai pusat Southern Value-Addition, dengan kekuatan utama pada pariwisata bahari, kelautan dan perikanan, serta dukungan konektivitas jalur lintas selatan.

Pembentukan KEK ini tidak sekadar dimaksudkan untuk menciptakan kawasan baru bagi investor. Pemerintah ingin mengolah keunggulan lokal menjadi rantai ekonomi bernilai tambah yang dapat menghubungkan pariwisata, UMKM, perikanan, hingga sektor kreatif.

Anggota Komisi B DPRD Jatim, Indra Widya Agustina membenarkan hal itu. Ia menilai rencana tersebut dapat menjadi momentum untuk mengangkat potensi ekonomi Pacitan dan daerah sekitarnya yang selama ini belum tergarap optimal.

“Kami dari Komisi B DPRD Jatim tentu sangat mendukung penuh inisiatif pembentukan KEK ini. Pacitan memiliki garis pantai yang luar biasa dan potensi bahari yang sangat besar. Jika dikembangkan melalui skema KEK, ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi investor, baik dari dalam maupun luar negeri,” ujarnya.

Namun, ia mengingatkan pemerintah agar tidak terjebak pada paradigma bahwa keberhasilan KEK cukup diukur dari jumlah investasi yang masuk. Menurutnya, investasi tanpa kesiapan infrastruktur dan keterlibatan masyarakat justru berisiko membuat masyarakat lokal hanya menjadi penonton dari pertumbuhan ekonomi di wilayahnya sendiri.

“Kunci sukses KEK pariwisata dan perikanan ini ada pada konektivitas wilayah serta pemberdayaan masyarakat. Infrastruktur jalan menuju destinasi wisata di Pacitan harus terus disempurnakan. Selain itu, pelaku UMKM dan nelayan lokal wajib dilibatkan secara aktif agar pertumbuhan ekonomi ini bersifat inklusif,” katanya.

Pembangunan konektivitas menjadi pekerjaan penting sebelum KEK tersebut benar-benar berjalan. Akses menuju destinasi wisata, sentra produksi, kawasan perikanan, hingga jalur distribusi harus mampu menopang mobilitas orang dan barang.

Di sisi lain, masyarakat lokal juga perlu dipersiapkan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi baru tersebut. Pelaku UMKM, nelayan, petani, pekerja pariwisata, dan pelaku ekonomi kreatif tidak cukup ditempatkan sebagai penerima dampak, tetapi perlu masuk dalam rantai nilai yang tercipta dari keberadaan KEK.

Konsep serupa dapat diterapkan di lima daerah lainnya dengan mengembangkan keunggulan masing-masing. Nantinya. Pawitandirogo tidak hanya menjadi kumpulan wilayah administratif, tetapi dapat tumbuh sebagai satu kawasan ekonomi yang saling terhubung.

Rencana tersebut sekaligus menjadi upaya mendorong pergeseran pusat pertumbuhan ekonomi Jatim agar tidak terkonsentrasi di kawasan timur dan tengah provinsi. Wilayah barat yang selama ini menghadapi tantangan geografis kini diarahkan memiliki model pertumbuhan sendiri berbasis potensi lokal.

Curated For You

Editorial Team

Related Article