Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jatim Siapkan 6 Daerah Jadi KEK Baru di Selatan-Barat

Kota Surabaya
3 min read
Jatim Siapkan 6 Daerah Jadi KEK Baru di Selatan-Barat
ilustrasi manufaktur, industri, karyawan pabrik (magnific.com/ArthurHidden)
  • Pemerintah pusat dan Pemprov Jatim mematangkan KEK di Pacitan, Ngawi, Magetan, Kabupaten Madiun, Kota Madiun, dan Ponorogo dalam aglomerasi Pawitandirogo.
  • KEK akan fokus pada pariwisata, agroforestri, perikanan, dan ekonomi kreatif digital; Pacitan diproyeksikan sebagai pusat nilai tambah sektor bahari.
  • Keberhasilan rencana ini bergantung pada konektivitas, infrastruktur distribusi, serta keterlibatan aktif UMKM, nelayan, petani, dan pelaku ekonomi kreatif dalam rantai nilai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Surabaya, IDN Times – Jawa Timur (Jatim) bersiap membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah selatan-barat. Pemerintah pusat bersama Pemprov Jatim tengah mematangkan rencana pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di enam daerah, dengan Pacitan sebagai salah satu kawasan yang diproyeksikan menjadi pusat pengembangan ekonomi bahari.

Enam daerah tersebut yakni Pacitan, Ngawi, Magetan, Kabupaten Madiun, Kota Madiun, dan Ponorogo. Kawasan ini berada dalam satu bentang aglomerasi yang dikenal sebagai Pawitandirogo dan disiapkan untuk menggerakkan ekonomi Jatim bagian barat melalui sektor yang sesuai dengan karakter wilayah.

Konsep KEK yang tengah digodok tidak diarahkan untuk mengejar industri berat. Kontur wilayah yang didominasi pegunungan dinilai lebih cocok dikembangkan melalui pariwisata, agroforestri, perikanan, serta ekonomi kreatif berbasis digital.

Pacitan mendapat porsi strategis dalam konsep tersebut. Kabupaten yang berada di pesisir selatan Jatim itu disiapkan sebagai pusat Southern Value-Addition, dengan kekuatan utama pada pariwisata bahari, kelautan dan perikanan, serta dukungan konektivitas jalur lintas selatan.

Pembentukan KEK ini tidak sekadar dimaksudkan untuk menciptakan kawasan baru bagi investor. Pemerintah ingin mengolah keunggulan lokal menjadi rantai ekonomi bernilai tambah yang dapat menghubungkan pariwisata, UMKM, perikanan, hingga sektor kreatif.

Anggota Komisi B DPRD Jatim, Indra Widya Agustina membenarkan hal itu. Ia menilai rencana tersebut dapat menjadi momentum untuk mengangkat potensi ekonomi Pacitan dan daerah sekitarnya yang selama ini belum tergarap optimal.

“Kami dari Komisi B DPRD Jatim tentu sangat mendukung penuh inisiatif pembentukan KEK ini. Pacitan memiliki garis pantai yang luar biasa dan potensi bahari yang sangat besar. Jika dikembangkan melalui skema KEK, ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi investor, baik dari dalam maupun luar negeri,” ujarnya.

Namun, ia mengingatkan pemerintah agar tidak terjebak pada paradigma bahwa keberhasilan KEK cukup diukur dari jumlah investasi yang masuk. Menurutnya, investasi tanpa kesiapan infrastruktur dan keterlibatan masyarakat justru berisiko membuat masyarakat lokal hanya menjadi penonton dari pertumbuhan ekonomi di wilayahnya sendiri.

“Kunci sukses KEK pariwisata dan perikanan ini ada pada konektivitas wilayah serta pemberdayaan masyarakat. Infrastruktur jalan menuju destinasi wisata di Pacitan harus terus disempurnakan. Selain itu, pelaku UMKM dan nelayan lokal wajib dilibatkan secara aktif agar pertumbuhan ekonomi ini bersifat inklusif,” katanya.

Pembangunan konektivitas menjadi pekerjaan penting sebelum KEK tersebut benar-benar berjalan. Akses menuju destinasi wisata, sentra produksi, kawasan perikanan, hingga jalur distribusi harus mampu menopang mobilitas orang dan barang.

Di sisi lain, masyarakat lokal juga perlu dipersiapkan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi baru tersebut. Pelaku UMKM, nelayan, petani, pekerja pariwisata, dan pelaku ekonomi kreatif tidak cukup ditempatkan sebagai penerima dampak, tetapi perlu masuk dalam rantai nilai yang tercipta dari keberadaan KEK.

Konsep serupa dapat diterapkan di lima daerah lainnya dengan mengembangkan keunggulan masing-masing. Nantinya. Pawitandirogo tidak hanya menjadi kumpulan wilayah administratif, tetapi dapat tumbuh sebagai satu kawasan ekonomi yang saling terhubung.

Rencana tersebut sekaligus menjadi upaya mendorong pergeseran pusat pertumbuhan ekonomi Jatim agar tidak terkonsentrasi di kawasan timur dan tengah provinsi. Wilayah barat yang selama ini menghadapi tantangan geografis kini diarahkan memiliki model pertumbuhan sendiri berbasis potensi lokal.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More