Belasan tahun jalan rusak di Dusun Selorejo, Kaligondo, Genteng, Banyuwangi. (FOTO: IDN Times/ Agung Sedana)
Menurut dia, jalan di Dusun Selorejo itu pertama mendapatkan kemewahan aspal pada kurun waktu 2005-2010. Belasan tahun berlalu, tak ada pembangunan lagi. Kini, yang tersisa hanya bebatuan terjal sisa pondasi aspal yang mengelupas sepenuhnya.
"Ada sisa-sisa aspal rusak. Pokoknya dulu pas jaman Bupati Ratna diaspal. Setelah itu tidak ada lagi sampai sekarang. Cuman kemarin ada aspal yang ompong di tengah itu," ungkapnya.
Menurut Sukidi, ada yang unik di sini. Di tengah-tengah jalan rusak, ada aspal mulus yang dibangun sepanjang kurang lebih 200 meter. Penelusuran IDN Times, memasuki dusun tersebut memang ada jalan aspal dengan kondisi lumayan bagus. Di tengah perjalanan, aspal terpotong dan berganti jalan rusak parah.
Berjalan sekitar 200 meter dari titik jalan rusak tersebut, ada jalan aspal sangat mulus yang baru saja dibangun di tahun 2022 lalu. Tak jauh setelah menelusuri jalan mulus itu, aspal kembali terputus dan balik ke jalan rusak parah.
Perjalanan berlanjut, sekitar 1,5 kilometer kemudian jalan rusak disambung dengan jalan paving. Tak jauh dari itu, jalan paving kemudian dilanjutkan kembali dengan aspal mulus hingga menuju ke pemukiman wilayah hutan.
Sukidi, warga setempat, mengaku tidak mengetahui bagaimana konsep pembangunan jalan di wilayahnya tersebut. Dia tidak tahu mengapa pembangunan jalan dilakukan dengan konsep "spasi" tersebut.
"Tidak tahu. Biasanya aspal kan dilakukan nyambung. Ini malah sepotong-sepotong. Awal rusak, tengah diaspal, tengah rusak lagi, terus aspal lagi di ujung sana," ujarnya.