Isa Bajaj Cabut Laporan Polisi atas Dugaan Kekerasan Menimpa Putrinya

Magetan, IDN Times - Isa Bajaj memilih mencabut laporannya kepada pihak kepolisian Polres Magetan atas dugaan kekerasan yang menimpa putri bungsunya di Alun-alun. Pencabutan laporan itu dilakukan Senin (22/4/2024), usai terduga pelaku sebelumnya menemui Isa. Ia menyebut kejadian itu sebagai faktor ketidaksengajaan.
"Saya sudah mencabut laporan polisi terkait dengan dugaan kekerasan yang menimpa putri saya pada malam tadi ya," kata Isa saat ditemui di warungnya jalan Semeru, Selasa (22/04/2024). "Dan kami sepakat untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan," terangnya.
1. Isa Bajaj memilih memaafkan

Menurut Isa, tidak adanya CCTV di alun-alun menyebabkan ini menjadi gelap. Dan ia khawatir dugaan kekerasan terhadap putrinya menjadi suatu kejahatan yang disengaja.
"Setalah mendengarkan penjelasan mas Dimas, bahwa kejadian ini murni faktor ketidaksengajaan. Mas Dimas tidak melihat putri saya dan putri saya tidak melihat mas Dimas sehingga terjadi tabrakan," ungkapnya.
Terakhir Isa menyayangkan area publik seperti alun-alun Magetan minim pengawasan. Tidak ada CCTV meski area publik. Jika ada rekaman CCTV kejadian tidak akan seperti sekarang. "Yang jelas saya sekeluarga memaafkan mas Dimas dan sebaliknya mas Dimas juga memaafkan. Kami percaya mas Dimas tidak sengaja menyakiti putri saya. Dan kami sepakat menyelesaikan ini secara kekeluargaan," pungkas Isa.
2. Pengakuan Dimas penabrak putri Isa

Sementara itu, Dimas memohon maaf atas kejadian yang menimpa putri Pak Isa. Ia mengaku tidak bermaksud untuk menyakiti putrinya. "Kejadian itu murni ketidaksengajaan. Saya sudah menjelaskan semuanya kepada Pak Isa dan beliau memaafkan saya," kata Dimas.
Diceritakan oleh Dimas, jika awalnya ia mengetahui soal adanya putri Isa Bajaj diduga alami kekerasan di alun-alun Magetan dari pemberitaan. "Dalam berita tersebut keterangannya seperti yang saya alami. Kemudian saya pun mendatangi kediaman mas Isa untuk menjelaskannya," katanya.
Dimas bercerita jika pada saat kejadian tengah menjemput anaknya main basket di lapangan. Setelah itu keluar dari alun-alun tidak sengaja bertabrakan dengan putri Isa Bajaj.
"Saya kan tinggi, putri mas Isa kecil jadi saya tidak tahu bertabrakan dengan saya. Saya coba menolongnya namun putri mas Isa tidak mau. Setelah itu saya pulang kerumah, baru besoknya saya tahu kejadian tersebut ramai di pemberitaan," terangnya.
Hingga akhirnya Dimas pun mendatangi kediaman Isa dan menjelaskan kejadian yang sebenarnya kepada keluarganya. "Mas Isa memahami dan mencabut laporannya di polisi dan memilih menyelesaikan secara kekeluargaan. Kami saling memaafkan," pungkasnya.
3. Polisi hentikan kasus ini

Sementara itu Satreskrim Polres Magetan melalui Kanit IV/PPA Aipda Totok Sudiartanto, membenarkan jika Isa Bajaj telah mencabut laporannya. "Isa telah mencabut laporannya dan memaafkan terduga, mas Isa dan mas Dimas sepakat tidak memproses masalah ini kejalur hukum karena faktor ketidaksengajaan saja. Tidak ada niat menyakiti putrinya tersebut," kata Totok.
Kami penyidik juga sebelumnya telah melakukan serangkaian penyidikan mulai dari memeriksa CCTV hingga memintai keterangan 10 saksi-saksi. "Dan tidak ditemukan unsur kesengajaan. Insiden tersebut murni faktor ketidak sengajaan. Kami sebelumnya juga telah mempertemukan keduanya, mas Isa memaafkan mas Dimas dan akan diselesaikan secara kekeluargaan," pungkasnya. Setalah ini polisi akan membuatkan berita acara pencabutan laporan Isa Bajaj. Kasus ini pun berakhir dengan saling memaafkan dari kedua belah pihak.



















