Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
IGD RSUD Caruban Dijaga Personel TNI Usai Ledakan Gudang Munisi Madiun
Sejumlah personel TNI AD berjaga di RSUD Caruban tempat para korban ledakan munisi dirawat. IDN Times/Riyanto.
  • Ledakan terjadi di Gudang Pusat Munisi II Puspalad, Saradan, menyebabkan suasana RSUD Caruban dipenuhi personel TNI untuk penanganan darurat.
  • Satu prajurit TNI AD dilaporkan gugur dan enam lainnya luka-luka, seluruh korban telah dievakuasi ke RSUD Caruban untuk perawatan intensif.
  • Hingga malam hari, penjagaan ketat dan aktivitas medis di sekitar ruang perawatan masih berlangsung seiring proses penanganan korban.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Madiun, IDN Times – Suasana di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Caruban, Kabupaten Madiun, tampak berbeda usai ledakan yang terjadi di Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad), Kecamatan Saradan, Kamis (16/7/2026). Sejumlah personel TNI disiagakan di sekitar ruang perawatan para korban.

Aktivitas di rumah sakit terlihat lebih sibuk dari biasanya. Ambulans dan kendaraan dinas berpelat TNI AD silih berganti keluar masuk membawa personel maupun keperluan penanganan pascainsiden.

Di sisi lain, sejumlah wartawan yang datang untuk meliput hanya diperbolehkan mengambil gambar dari luar area IGD.

Seluruh korban ledakan diketahui telah dievakuasi ke RSUD Caruban. Dalam insiden tersebut, satu prajurit TNI AD gugur, sedangkan enam personel lainnya mengalami luka-luka dan menjalani perawatan sesuai tingkat keparahan cedera yang dialami.

Hingga Kamis malam, penjagaan di sekitar ruang perawatan masih dilakukan. Kesibukan petugas medis dan personel TNI masih terlihat di area rumah sakit, sementara proses penanganan terhadap para korban terus berlangsung.

Diberitakan sebelumnya, seluruh korban ledakan di Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad), Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, telah mendapatkan penanganan medis di RSUD Caruban. TNI Angkatan Darat memastikan proses evakuasi dilakukan segera setelah insiden terjadi pada Kamis (16/7/2026) pagi.

Insiden yang terjadi saat proses pemeriksaan dan perawatan material munisi itu mengakibatkan satu prajurit gugur. Sementara enam personel lainnya mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan sesuai kondisi masing-masing.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan, penanganan korban menjadi prioritas utama setelah ledakan terjadi.

"TNI AD berduka atas insiden ini. Seluruh korban telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis," ujar Donny dalam keterangan persnya.

Berdasarkan laporan awal, satu personel dinyatakan meninggal dunia, empat lainnya mengalami luka berat, dan dua orang mengalami luka ringan. Seluruh korban kini berada dalam penanganan tim medis di RSUD Caruban.

Selain memastikan korban mendapat perawatan, TNI AD juga langsung membentuk tim investigasi untuk mengusut penyebab ledakan yang terjadi di gudang munisi tersebut.

"Tim telah diberangkatkan ke lokasi kejadian pada hari yang sama guna melakukan penyelidikan secara menyeluruh," kata Donny.

Ia berjanji penyelidikan akan dilakukan secara profesional, objektif, dan transparan agar penyebab pasti insiden dapat diketahui berdasarkan hasil investigasi. TNI AD juga mengimbau masyarakat tidak berspekulasi mengenai penyebab ledakan hingga hasil penyelidikan resmi diumumkan.

Editorial Team

Related Article