Surabaya, IDN Times - Pesan berantai yang berisi imbauan kepada siswa untuk tidak terlibat dalam aksi demonstrasi pada 26–28 Agustus 2026 beredar melalui WhatsApp. Pesan tersebut mencatut format “Info Kesiswaan” dan mengatasnamakan imbauan untuk menjaga keamanan peserta didik.
Dalam pesan tersebut, siswa diminta lebih berhati-hati saat berangkat dan pulang sekolah selama 26–28 Agustus. Siswa juga diminta langsung pulang setelah kegiatan belajar mengajar dan tidak singgah di tempat lain yang tidak berkepentingan.
Pesan itu juga meminta siswa menjauhi kerumunan yang berkaitan dengan demonstrasi. Bahkan, siswa dilarang menonton maupun mendokumentasikan aksi dalam bentuk foto, video, ataupun siaran langsung.
Selain itu, terdapat peringatan bahwa siswa yang terbukti mengikuti, mendokumentasikan, memprovokasi, atau terlibat dalam demonstrasi akan dikenakan sanksi tegas sesuai tata tertib dan peraturan sekolah.
Namun, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur (Jatim), Aries Agung Paewai membantah pihaknya pernah mengeluarkan imbauan tersebut. Ia memastikan pesan yang beredar di WhatsApp itu bukan berasal dari Dindik Jatim.
“Nggak ada. Kami tidak pernah mengeluarkan imbauan ini,” tegas Aries saat dikonfirmasi IDN Times, Rabu (26/8/2026).
Aries bahkan menyebut pesan berantai tersebut sebagai informasi hoaks karena Dindik Jatim tidak pernah membuat atau menerbitkan pesan dengan isi sebagaimana yang beredar.
“Iya, menurut kami hoaks karena kami tidak pernah membuat pesan tersebut,” ujarnya. Dindik Jatim meminta masyarakat tidak menjadikan pesan berantai tersebut sebagai imbauan resmi dari pemerintah daerah.
