Ngawi, IDN Times – Harga sejumlah bahan pokok di Pasar Besar Ngawi, Jawa Timur, mengalami lonjakan tajam dalam sepekan terakhir. Kenaikan harga ini membuat banyak pembeli merasa tertekan, terutama dengan harga tomat yang kini mencapai Rp17.000 per kilogram. Harga tomat sendiri biasanya berkisar antara Rp5 ribu hingga Rp6 ribu per kilogram.
Harga Tomat di Pasar Besar Ngawi Tembus Rp17 Ribu per Kilogram

1. Harga kebutuhan lainnya juga naik
Tidak hanya tomat, berbagai komoditas lainnya juga menunjukkan tren serupa. Bawang putih kini dijual seharga Rp40 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp25 ribu. Adapun bawang merah naik menjadi Rp40 ribu per kilogram, dari harga awal Rp32 ribu.
Harga cabai rawit pun naik drastis ke Rp40 ribu dari Rp30 ribu per kilogram, sementara cabai keriting kini berada di angka Rp20 ribu naik dari Rp17 ribu per kilogram. Bahkan, telur ayam pun ikut naik dari Rp24 ribu menjadi Rp25 ribu per kilogram.
2. Imbas cuaca buruk
Para pedagang menduga kenaikan harga ini disebabkan oleh cuaca buruk yang memengaruhi distribusi bahan pokok dari berbagai daerah. Menurut Bagus Widiyantoro, seorang pedagang di Pasar Besar Ngawi, cuaca ekstrem membuat pasokan terganggu dan mengakibatkan kenaikan harga yang merata.
"Kenaikan ini kemungkinan besar akibat cuaca buruk. Harga tomat, bawang merah, bawang putih, hingga cabai semuanya ikut naik," ungkapnya pada Selasa (12/11/2024).
Kenaikan ini dirasakan sangat memberatkan para pembeli. Sundari, salah seorang pembeli, mengungkapkan kekesalannya atas harga tomat yang naik menjadi Rp17 ribu per kilogram. "Sebenarnya saya hanya butuh sedikit, namun harga tomat sekarang sangat tinggi, belum lagi yang lainnya," keluhnya.
3. Harga daging stabil
Di tengah kenaikan harga bahan pokok lainnya, harga daging ayam tetap stabil di kisaran Rp36 ribu per kilogram. Meskipun stabil, harga tersebut masih terbilang tinggi dibandingkan dengan harga normal yang biasanya sekitar Rp32 ribu.
Pedagang memprediksi jika harga bahan pokok ini akan terus bertahan tinggi hingga akhir tahun, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2025. Bagi banyak warga Ngawi, kondisi ini sangat memberatkan di tengah sulitnya ekonomi jelang musim garap sawah.