Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kereta Api Indonesia
Kereta Api Indonesia (instagram.com/whelly_k)

Intinya sih...

  • Gempa magnitudo 6,4 di Pacitan menyebabkan 4 perjalanan kereta api terlambat.

  • KAI Daop 8 Surabaya menerapkan prosedur Berhenti Luar Biasa untuk pemeriksaan prasarana perkeretaapian.

  • Empat perjalanan KA mengalami keterlambatan, termasuk KA Matarmaja dan Ijen Ekspres.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Pascagempa magnitudo 6,4 yang berpusat di Picitan, Jawa Timur, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 8 Surabaya menyebut ada 4 perjalanan kereta api (KA) mengalami keterlambatan. Gempa terjadi pada Jumat (6/2/2026) pukul 01.06 WIB.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono mengatakan, sesaat setelah gempa dirasakan, KAI Daop 8 Surabaya segera berkoordinasi dengan seluruh unit terkait dan menerapkan prosedur Berhenti Luar Biasa (BLB) pada perjalanan kereta api yang melintas. Langkah ini diambil untuk memberikan waktu bagi petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap prasarana perkeretaapian, meliputi jalur rel, jembatan, serta fasilitas pendukung lainnya.

“Keselamatan pelanggan merupakan prioritas utama KAI. Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan akibat keterlambatan perjalanan pascagempa bumi. Namun, penghentian sementara perjalanan kereta api melalui prosedur Berhenti Luar Biasa dilakukan sebagai langkah antisipatif agar petugas dapat melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap prasarana sebelum operasional kembali dijalankan secara normal,” ujarnya.

Pemeriksaan prasarana dilakukan secara menyeluruh oleh petugas prasarana di berbagai wilayah operasional. Berdasarkan laporan bertahap dari petugas di lapangan, seluruh lintas dinyatakan aman dan layak operasi, sehingga perjalanan kereta api kembali dijalankan secara normal.

Akibat penghentian sementara tersebut, tercatat empat perjalanan kereta api mengalami keterlambatan, yang meliputi KA Matarmaja, dua perjalanan KA Ijen Ekspres, serta KA Limas dan Cargo.

KAI Daop 8 Surabaya kembali menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penumpang atas ketidaknyamanan yang terjadi. KAI mengapresiasi pengertian dan kesabaran semua pihak selama proses pengamanan berlangsung.

“KAI akan terus melakukan pemantauan kondisi prasarana dan operasional perjalanan kereta api, serta berkomitmen untuk senantiasa mengedepankan aspek keselamatan dalam setiap situasi, demi menghadirkan layanan transportasi yang aman, andal, dan tepercaya bagi masyarakat,” pungkas dia.

Editorial Team