Cuaca Ekstrem, SD Negeri di Malang Longsor dan Timbun Rumah Warga

Kronologi longsor di Wagir menyebabkan sekolah tertimbun pada Jumat (14/11/2025) akibat hujan dengan intensitas tinggi.
Longsor ini menyebabkan rumah warga tertimbun tanah dengan kerugian ditaksir mencapai Rp50 juta, namun tidak ada korban jiwa.
BPBD Kabupaten Malang masih melakukan pembersihan dan mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap ancaman bencana hidrometeorologi.
1. Kronologi longsor di Wagir menyebabkan sekolah tertimbun

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, Ichwanul Muslimin menceritakan kalau kejadian ini bermula saat hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Dusun Sengon pada Jumat pukul 17.30 WIB. Hujan ini mengakibatkan longsor di tanah sekitar area mushola SD Negeri 1 Bedalisodo.
"Kami baru mendapatkan informasi ini siang tadi sekitar pukul 12.15 WIB. Sehingga kita kirim tim untuk membantu pembersihan material," terangnya saat dikonfirmasi pada Sabtu (15/11/2025).
2. Longsor ini menyebabkan rumah warga tertimbun

Ichwanul menjelaskan jika longsor ini menyebabkan rumah warga yang ada di bawahnya tertimbun material tanah. Untungnya tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, tapi kerugian ditaksir mencapai Rp50 juta.
"Material menimpa bagian dinding belakang rumah warga dan atap serta 3 unit sepeda motor. Bangunan pagar dan pondasi dengan volume 5x10 meter roboh," bebernya.
3. Saat ini BPBD Kabupaten Malang masih melakukan pembersihan

Lebih lanjut, Ichwanul menyampaikan kalau pihaknya bersama TNI/Polri, Perangkat Desa dan Kecamatan, serta masyarakat masih melakukan pembersihan. Ia juga mengingatkan warga bahwa ancaman bencana hidrometeorologi masih bisa terjadi kapanpun, sehingga masyarakat diminta waspada.
"Saat ini di Kabupaten Malang masih sering terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Sehingga ancaman bencana seperti banjir, longsor, angin kencang, hingga pohon tumbang masih rawan terjadi. Jadi masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati," pungkasnya.



















