Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bupati Bakal Tutup 31 SPPG di Sidoarjo yang Belum Berizin
SPPG Kalitengah di Tanggulangin yang memproduksi MBG dan membuat hampir 600 siswa keracunan. IDN Times/Khusnul Hasana.
  • Bupati Sidoarjo Subandi akan menghentikan sementara 31 dari 170 SPPG yang beroperasi karena belum memiliki izin.

  • Pemkab Sidoarjo akan melaporkan 31 SPPG tersebut kepada Badan Gizi Nasional dan menyerahkan mekanisme pengawasan kepada BGN pusat.

  • Langkah ini menyusul keracunan massal siswa dan santri Ponpes Manbaul Hikam usai menyantap menu MBG; ratusan korban dirujuk ke rumah sakit.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sidoarjo, IDN Times - Bupati Sidoarjo, Subandi bakal menutup Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum mengantongi izin. Data Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, total yang belum mengantongi izin mencapai 31 SPPG.

Subandi mengatakan, sejauh ini ada sebanyak 170 SPPG yang beroperasi di Sidoarjo. 31 SPPG di antaranya belum mengantongi izin dan akan diberhentikan sementara.

"Jangan sampai terjadi hal-hal yang seperti ini lagi. Apabila yang 31 belum izin, sementara tak suruh berhenti dulu, ya," ujar Subandi.

Subandi menuturkan, 31 yang belum berizin akan disampaikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN). Pihaknya menyerahkan proses pengawasan kepada BGN pusat.

"Nah, nanti terkait mekanisme, semuanya biarkan nanti BGN Pusat ini yang menyampaikan, ya. Karena regulasinya kita sebagai pemerintah daerah tidak paham," terang dia.

Ia berharap agar BGN bertindak terhadap peristiwa keracunan yang terjadi di Sidoarjo. Pihaknya mendukung segala langkah yang dilakukan BGN agar peristiwa serupa tak terjadi lagi.

"Dengan kondisi seperti ini, apa langkah yang dilakukan oleh BGN, ya ini harus tegas. Jangan mengganggu program Presiden. Program yang baik ini, mari kita support, kita dukung," ucapnya.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga siap membantu pembenahan tata kelola MBG. Termasuk membenahi SPPG Kalitengah Tanggulangin.

"Mudah-mudahan nanti dengan adanya seperti ini (peristiwa keracunan), lebih baik tata kelolanya. Harapan kita seperti itu," pungkas Subandi.

Sekadar diketahui, petaka keracunan makanan massal para siswa dan santri Ponpes Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo ini terjadi usai menyantap menu MBG pada Selasa 1 September 2026, saat jam makan siang pukul 13.00 WIB. Kemudian para siswa mayoritas SMP dan SMA ini mengeluhkan muntah dan bertumbangan setelah Asar sekitar pukul 15.00 WIB.

Tim dari Dinkes kemudian merujuk ratusan siswa ke sejumlah rumah sakit mulai petang hingga hari ini Rabu 2 September 2026. Penanganan masih dilakukan hingga petang ini

Dinkes Kabupaten Sidoarjo mencatat sebanyak 592 korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilarikan ke delapan rumah sakit di wilayah Sidoarjo. Data tersebut merupakan pembaruan hingga Rabu, 2 September 2026 pukul 16.00 WIB.

Editorial Team

Related Article