Surabaya, IDN Times - Sebanyak 18 warga Kalilom, Kenjeran Surabaya keracunan, Jumat (1/6/2023). Diduga warga keracunan setelah makan daging kurban bersama.
Dari data yang dihimpun IDN Times, 18 orang di rawat di sejumlah rumah sakit, Sabtu (1/7/2023) dengan rincian empat orang dirawat di RSUD Dr Soewandhie. Kemudian 10 orang di Puskemas, satu orang di RS Mitra Keluarga dan tiga orang di RS UNAIR.
Camat Kenjeran Kota Surabaya, Yuri Widarko membenarkan hal ini. Kini separuh dari para korban tersebut sudah kembali pulang.
"Tadi malam itu yang di Puskesmas 10 orang yang RS Mitra Keluarga 1 orang, RS Unair 3 orang dan RSUD Dr Soewandhie 4 orang, Alhamdulilah separuh sudah pulang, yang Puskemas sudah pulang," ungkap Yuri, Sabtu (1/7/2023).
Ia menjelaskan, keracunan itu terjadi usai warga tasyakuran menyantap olahan daging kurban bersama. Olahan daging tersebut berupa sate, gulai dan krengsengan.
"Kronologinya itu, warga siang itu kurban, setelah kurban kebiasaan warga tasyakuran. Kamis malam (29/6/2023 itu tasyakuran, setelah tasyakuran, Jumat pagi (30/6/2023) baru mereka terasa gejala mual, muntah-muntah, ada yang demam juga," ungkapnya.
Atas hal ini, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi telah menerjunkan petugas dari Dinas Kesehatan untuk melakukan pengecekan. Apakah keracunan terjadi karena masakannya atau karena hal lain.
"Mungkin ada yang tidak tahan makannya atau seperti apa, ini lagi dicek. Kemarin sudah ada dari Kecamatan dan Kelurahan melaporkan, saya bilang cek aja dulu apa karena apa, masakane, atau yang makan tidak kuat," ujar Eri di Balai Kota Surabaya.
