Heboh, Belasan Kambing di Ngawi Mati Mendadak

1. Kambing alami kejang-kejang sebelum mati

Imam Hambali, pengurus wakaf produktif Masjid Fathul Huda Desa Majasem, membenarkan peristiwa 10 hingga 15 kambing mati tersebut dari laporan para petenak. Ia menyebutkan beberapa kambing yang mati sempat menunjukkan gejala kejang-kejang dan luka di bagian kuku kakinya.
"Sampai saat ini kami menerima laporan sekitar 10-15 ekor kambing mati. Dari pengakuan beberapa peternak, kambing itu ada yang sebelumnya kejang-kejang dan kuku kakinya luka seperti PMK pada sapi," jelas Imam.
Untuk mencegah kematian lebih banyak, Imam bersama pengurus wakaf produktif berinisiatif melakukan pengobatan mandiri dengan ramuan tradisional berbahan rempah-rempah. Mereka juga telah melaporkan kejadian ini ke Dinas Perikanan dan Peternakan (DPP) Kabupaten Ngawi untuk penanganan lebih lanjut.
"Sementara masih kami bantu secara swadaya, dengan obat tradisional seperti rempah-rempah agar tidak semakin parah," tambahnya.
2. Peternak akui kambing belum pernah dapat vaksin PMK

Suwarno (41), salah satu peternak di Desa Majasem, mengaku belasan kambingnya menunjukkan gejala PMK, seperti luka di mulut dan kuku. Satu ekor kambing miliknya bahkan telah mati setelah mengalami kejang-kejang.
"Hari ini sudah mati satu ekor, awalnya kejang-kejang lalu nggak lama mati. Yang lain itu ada luka di mulut sama kuku, saya semprot pakai disinfektan tiap hari untuk sementara," ungkap Suwarno.
Ia juga mengakui bahwa seluruh kambingnya belum mendapatkan vaksin PMK, yang diduga menjadi penyebab rentannya hewan ternaknya terhadap virus tersebut. "Belum, kambing-kambing rata-rata belum ada yang divaksin di Ngawi. Sementara ya masih dikasih ramuan tradisional sama semprot disinfektan saja," jelasnya.
3. PMK membuat ratusan sapi di Ngawi mati

Kasus kematian kambing di Ngawi ini menambah daftar panjang hewan ternak yang terjangkit PMK di wilayah tersebut. Sebelumnya, virus ini telah menyerang 707 ekor sapi dan meludeskan populasi pada beberapa wilayah di Kabupaten Ngawi.
Saat ini, Dinas Perikanan dan Peternakan (DPP) Kabupaten Ngawi tengah berupaya mengendalikan penyebaran virus agar tidak meluas ke hewan ternak lainnya. Upaya pencegahan dan penanganan lebih lanjut diharapkan dapat segera dilakukan, termasuk percepatan vaksinasi dan edukasi kepada peternak untuk menjaga kebersihan kandang dan hewan ternak.


















