BB TNBTS Larang Wisatawan dan Masyarakat Melihat Kawah Bromo

Malang, IDN Times - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi melaporkan jika terjadi peningkatan aktivitas kawah Gunung Bromo sejak Rabu (13/12/2023). Kondisi ini membuat status Gunung Bromo naik menjadi Level II atau waspada.
Oleh karena itu, Balai Besar (BB) Takan Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kembali membatasi area yang dimasui oleh wisatawan dan masyarakat. Terutama wilayah yang berdekatan dengan kawah Gunung Bromo.
1. BB TNBTS menutup kawasan kawah Gunung Bromo dengan radius 1 kilometer

Kepala BB TNBTS, Hendro Widjanarko mengatakan jika mereka telah menerima press release Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Nomor 27.E/GL.03/BGV/2023. Oleh karena itu, mereka akan melakukan rekomendasi-rekomendasi yang telah disampaikan dalam press release tersebut.
"Masyarakat di sekitar Gunung Bromo, wisatawan, pendaki, pedagang, sampai pelaku jasa wisata agar tidak memasuki areal dalam radius 1 kilometer dari kawah aktif Gunung Bromo. Meskipun Gunung Bromo tidak ditutup total, tapi masyarakat, wisatawan, pedagang, dan pelaku jasa wisata agar tetap waspada," terangnya saat dikonfirmasi pada Kamis (14/12/2023).
Hendro mengatakan kewaspadaan ini diperlukan karena peningkatan aktivitas kawah Gunung Bromo ini bisa berpotensi menyebabkan erupsi freatik ataupun magmatik dengan sebaran material erupsi berupa abu dan lontaran batu pijar yang dapat mencapai radius 1 kilometer dari pusat kawah. Ditambah keluarnya gas-gas berbahaya bagi pernafasan.
2. Wisatawan Gunung Bromo masih boleh melihat kawasan lain di Gunung Bromo

Meskipun radius 1 kilometer dari kawah Gunung Bromo tidak boleh didekati, namun wisawatan masih diperbolehkan mengakses kawasan-kawasan lain yang jauh dari kawah Gunung Bromo. Wisatawan disarankan melihat keindahan Gunung Bromo dari kejauhan saja.
"Wisawatan masih boleh mengunjungi Gunung Penanjakan, Bukit Teletubbies, dan lainnya. Asalkan di luar radius 1 kilometer dari kawah Gunung Bromo," jelasnya.
Peraturan ini dibuat demi keselamatan para wisatawan yang datang ke Gunung Bromo. Pasalnya bencana vulkanik tidak bisa diprediksi kapan benar-benar akam terjadi.
3. BB TNBTS tidak bisa memprediksi sampai kapan status Level II ini akan ditetapkan

Dengan peningkatan aktivitas kawah Gunung Bromo ini, gunung dengan ketinggian 2329 mdpl ini memasuki status Level II atau waspada. Radius 1 kilometer dari kawah juga ditutup demi keselamatan masyarakat dan wisatawan.
Hendro mengatakan tidak bisa memprediksi sampai kapan status Level II ini akan terpasang. Pasalnya penurunan aktivitas Gunung Bromo tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi.
"Kita sekarang hanya bisa memantau sampai aktivitas kawah Bromo benar-benar turun. Dan itu tidak bisa kita prediksi kapan akan terjadi," pungkasnya.


















