Banyuwangi, IDN Times - Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur meluncurkan program Oasis Wangi (Online Akses Layanan Indonesia Sehat dari Banyuwangi), yakni layanan konsultasi kesehatan digital yang bisa diakses selama 24 jam. Program ini diluncurkan langsung oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bersama Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani di Hotel Aston Banyuwangi, Sabtu (18/7/2026).
Layanan Oasis Wangi bekerjasama dengan Noora Health, yayasan yang berfokus pada pelatihan dan pendampingan perawatan kesehatan berbasis keluarga.
Lewat Oasis Wangi, warga bisa konsultasi kesehatan melalui WhatsApp tanpa dipungut biaya. Tenaga medis akan menjawab 24 jam. Bila diperlukan, tenaga medis akan memberi rujukan layanan kesehatan.
Dalam program Oasis Wangi, Keluarga menjadi penolong pertama saat anggota keluarga mengalami masalah kesehatan di rumah. Lewat platform ini, keluarga akan mendapat panduan pemulihan mandiri.
Mentari Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan Oasis Wangi semakin mendekatkan layanan kesehatan dengan masyarakat. Ia berharap agar inovasi ini dapat meningkatkan rata-rata angka harapan hidup (AHH) masyarakat Indonesia yang saat ini berada di angka 74 tahun.
"Mudah-mudahan dengan ini bisa berjalan, masyarakatnya Banyuwangi bisa sehat, masyarakat kota yang lain bisa sehat, usianya bisa semuanya minimal sama dengan rata-rata usia hidup. Rata-rata usia hidup masyarakat Indonesia yang sekarang adalah 74. Saya 62 tahun, masih ada 12 tahun lagi. Saya berharap mudah-mudahan 5 tahun ke depan kalau kita bisa naik ke 80," ujarnya dalam sambutan.
Dirinya pun mengapresiasi Kabupaten Banyuwangi atas program tersebut. Terlebih, Banyuwangi tak pernah berhenti berinovasi mempermudah layanan masyarakat melalui digitalisasi.
"Digitalisasinya bagus Banyuwangi dan saya rasa enggak hanya kesehatan saja. Dan yang kedua komitmen dari pemerintah daerah untuk juga melaksanakan sendiri kegiatannya digital," ungkap dia seusai meluncur Oasis Wangi.
Nantinya Oasis Wangi akan menjadi percontohan nasional. Bupati seluruh daerah diharapkan dapat berkiblat ke Banyuwangi untuk menerapkan program yang sama.
"Kita harus punya Bupati seperti Ibu Ipuk ini lebih banyak lagi ya. Kita di sini kalau enggak salah berapa berapa kabupaten kita coba, 14 dari 514. Jadi masih ada 500 lagi. Memang sangat bergantung kepada komitmen dari pemerintah daerahnya," terang dia
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani mengatakan, Oasis Wangi adalah bentuk kehadiran pemerintah 24 jam mneri layanan kesehatan kepada kesehatan masyarakat. Masyarakat hanya butuh mengakses WhatsApp untuk berkonsultasi kepada tenaga kesehatan yang ada.
"Masyarakat kita sangat membutuhkan kehadiran kita untuk bergerak cepat, untuk adaptif, dan untuk kepeduliannya dalam penanganan kesehatan bagi mereka," terang dia.
Ipuk menyebut, lewat Oasis Wangi, keluarga menjadi garda terdepan menangani anggota keluarga yang sedang mengalami masalah kesehatan. Ipuk pun berharap inovasi terus berkembang hingga tingkat nasional.
"Basis keluarga ini menjadi penting, pengetahuan kesehatan di tingkat keluarga ini menjadi penting. Bagaimana pertolongan pertama ini harus juga dari tingkat keluarga. Dan semoga dengan program dari Noora Health ini nantinya bisa terus berkembang di seluruh Indonesia," tutur Ipuk.
Sementara itu, CEO Noora Health, Shahed Alam mengatakan, inovasi Oasis Wangi merupakan langkah maju dalam pelayanan kesehatan masyarakat. "Dari sudut pandang kami di Nora Health, ini merupakan langkah maju yang sangat signifikan bagi sistem pelayanan kesehatan, karena program ini memperluas jangkauan sistem kesehatan," ucapnya.
Ia menyebut, Oasis Wangi dirancang untuk mengakui bahwa , tidak ada yang lebih peduli pada pasien daripada orang-orang tercinta dan anggota keluarga mereka sendiri. Program ini berupaya memperkuat ikatan antara sistem kesehatan, tenaga kesehatan, dan anggota keluarga tersebut saat mereka sangat membutuhkannya.
"Program ini membantu membangun kapasitas keluarga agar mereka memiliki pengetahuan, kepercayaan diri, dan keterampilan untuk merawat orang yang mereka cintai, serta memastikan bahwa tidak ada seorang pun yang harus," pungkas dia.
