Magetan, Jawa Timur – Banjir yang sempat merendam puluhan rumah di Kabupaten Magetan Jawa Timur akhirnya surut pada Selasa (28/1/2025) pagi. Namun, air kiriman dari wilayah tersebut saat ini menggenangi pemukiman warga di Desa Kasreman, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter. Kondisi ini menyebabkan akses jalan lumpuh total.
Banjir di Magetan Surut, Ganti Merendam Ngawi

1. Kondisi pemukiman warga Ngawi
Sejak pagi, jalan-jalan di Desa Kasreman terendam banjir kiriman. Tak sedikit kendaraan warga, terutama sepeda motor, mogok saat mencoba menerjang genangan. Selain memutus akses jalan, banjir juga merendam puluhan hektar tanaman padi milik warga setempat.
Menurut Ony Gunawan, salah satu warga Ngawi, banjir ini disebabkan kiriman air dari wilayah Ponorogo hingga Magetan.
“Jalan di desa kami dan puluhan hektar sawah tergenang. Hingga siang ini, air setinggi 50 sentimeter belum surut,” katanya.
2. Kondisi banjir di Magetan
Sebelumnya, banjir yang mengenangi Desa Pencol, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, mulai surut sejak pagi. Warga di wilayah tersebut langsung membersihkan lumpur yang tertinggal.
Namun, sebagian jalan seperti di Desa Jajar, Kecamatan Kartoharjo, masih tergenang.
Petugas BPBD Kabupaten Magetan, Rendy Priyo Kuncoro, menyebutkan bahwa mereka terus membersihkan sampah yang menyumbat Jembatan Sungai Ulo di Desa Jajar.
“Banjir semalam sudah surut, tetapi air berpindah ke Desa Jajar. Meski jalan desa masih bisa dilalui, kami fokus membersihkan sampah agar aliran air lancar,” ujarnya.
3. Kepanikan warga semalam
Pada Senin malam (27/1/2025), sekitar pukul 21.30 WIB, warga Desa Pencol, Kecamatan Kartoharjo, sempat panik akibat luapan Sungai Ulo yang tiba-tiba merendam 32 rumah.
Ketinggian air saat itu mencapai 50 sentimeter dan memutus akses jalan.Yesi Tri Ratnawati, warga Magetan, mengungkapkan kesulitannya saat banjir melanda. “Semalam tidak bisa ke mana-mana, bahkan mau makan saja susah. Begitu air surut pagi ini, kami langsung bersih-bersih,” ucapnya.
BPBD bersama relawan terus bekerja mengatasi dampak banjir, dengan membersihkan sampah yang menyumbat aliran sungai. Meski genangan air mulai surut di beberapa wilayah, air kiriman dari hulu sungai masih menjadi ancaman bagi daerah-daerah di sekitarnya.
Warga berharap pemerintah dapat memberikan solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir kiriman ini, terutama dengan meningkatkan kapasitas saluran air dan memperbaiki infrastruktur di wilayah terdampak.