Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bambang Rukminto Menduga Ia Ditodong Lantaran Sering Kritik Polisi

Bambang Rukminto Menduga Ia Ditodong Lantaran Sering Kritik Polisi
Bambang Rukminto saat memperlihatkan pistol yang digunakan untuk menodong dirinya. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Malang, IDN Times - Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto menilai jika aksi penodongan dengan pistol terhadap dirinya bukan kejahatan biasa. Ia menilai jika aksi tersebut adalah buntut dari suara-suaranya yang seringkali kritis pada instansi kepolisian.

Meskipun demikian ia tidak serta merta menuduh aparat kepolisian yang mengirimkan empat orang tak dikenal untuk mengancam dirinya di Jalan Danau Yamin Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang pada Jumat (23/06/2023) lalu. Bisa jadi menurutnya itu dilakukan orang yang tidak menyukai aktivitasnya.

1. Bambang Rukminto menilai jika penodongan kepada dirinya sangatlah ganjil

Bambang Rukminto saat tiba di Mapolresta Malang Kota. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Bambang Rukminto saat tiba di Mapolresta Malang Kota. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Bambang saat ditemui di Mapolresta Malang Kota menilai jika aksi penodongan dengan pistol terhadap dirinya sangatlah ganjil. Pasalnya saat kejadian dirinya tidak membawa atau memakai barang mewah. Ia menjelaskan kalau dirinya hanya memakai sepeda motor dengan celana pendek dan kaos seperti orang biasa. Ia juga hanya membawa handphone dan dompet saja tanpa uang tunai yang banyak.

"Aneh juga kalau ini kejahatan biasa, kenapa yang ditargetkan kok saya. Karena saya tidak membawa apa-apa, TKP (Tempat Kejadian Perkara) juga kondisinya cukup ramai. Yang jadi aneh juga kalau kejahatan biasa kenapa yang diminta cuma handphone," terangnya usai pemeriksaan di ruang Satreskrim Polresta Malang Kota.

Bambang lalu mengkonsultasikan kejadian yang ia alami pada kolega-koleganya, dan mereka berpendapat kalau ini juga bukan kejadian biasa. Menurutnya ada orang yang sengaja untuk membuatnya takut atau berusaha mengancam dirinya saja.

"Kalau berdasarkan pendapat para senior saya, mungkin ini berkaitan dengan statement-statement saya. Hanya sekedar warning saja, ada 4 orang dengan 2 pucuk senjata, bukan hal yang sederhana," tuturnya.

2. Bambang terbaru mengritik kenaikan pangkat Brigjen Rizal Irawan

Bambang Rukminto saat mendatangi Satreskrim Polresta Malang Kota. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Bambang Rukminto saat mendatangi Satreskrim Polresta Malang Kota. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Bambang mengungkapkan jika banyak statementnya yang mengkritisi instansi kepolisian. Yang terbaru adalah terkait kenaikan pangkat Rizal Irawan dari Kombes (Komisaris Besar) menjadi Brigjen (Brigadir Jenderal). Padahal Rizal mendapat sanksi demosi akibat keterlibatannya dalam kasus Richard Mille.

"Kritikan terbaru saya adalah terkait demosi salah satu perwira kepolisian yang mendapatkan promosi bintang satu. Padahal sudah mendapatkan demosi 5 tahun, tapi kemudian dianulir jadi 1 tahun, tapi sebulan kemudian dapat promosi bintang satu atau Brigjen," bebernya.

Kritikan tajam Bambang menilai jika instansi kepolisian sudah kekurangan perwira-perwira yang memiliki integritas. Pasalnya mereka memiliki jenderal-jenderal bermasalah seperti Ferdy Sambo hingga Teddy Minahasa.

3. Sejak keluar dari ATM, Bambang tidak merasa diikuti orang, tiba-tiba diberhentikan orang tak dikenal

Bambang Rukminto saat memperlihatkan pistol milik pelaku yang menodong dirinya. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Bambang Rukminto saat memperlihatkan pistol milik pelaku yang menodong dirinya. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Bambang menceritakan jika sejak keluar dari ATM sebuah minimarket di Jalan Danau Kerinci Kelurahan Sawojajar, ia tidak sekalipun merasa diikuti seseorang. Pasalnya kondisi jalan juga masih banyak kendaraan, jadi ia santai saja menunggangi motor. Selain itu, jarak ATM dan rumahnya hanya sekitar 400 meter, membuatnya tidak memiliki kecurigaan apapun.

Kemudian ia mengklarifikasi kalau pistol yang digunakan keempat pelaku bukanlah airsoft gun. Melainkan semacam replika pistol revolver yang biasa digunakan sebagai korek api. Tapi ukuran dan bentuknya 90 persen mirip senjata api asli.

"Tapi kalau orang awam pastinya takut, karena replikanya mirip sekali. Ini harus jadi perhatian pemerintah daerah, bahwa ternyata di daerah kita yang aman dan nyaman masih ada kelompok-kelompok bersenjata," pungkasnya.

Sebaliknya, polisi menduga jika motif pelaku hanya ngin menguasai harta korban. Pasalnya, pelaku meminta handphone milik Bambang diserahkan saat kondisi jalan cukup sepi.

"Sementara yang kami dapat dari Pak Bambang bahwa pelaku mencoba mendapatkan handphone milik Pak Bambang. Belum ada yang mengarah ke hal lain," ujar Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol Bayu Febrianto Prayoga.

Bayu juga mengatakan jika pistol yang digunakan oleh keempat pelaku adalah pistol replika. Gunanya untuk menakut-nakuti korban agar menuruti keinginan pelaku.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rizal Adhi Pratama
EditorRizal Adhi Pratama
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More

Sindikat Pencurian Kabel Milik Telkom Digulung Polres Tulungagung

07 Apr 2026, 19:59 WIBNews