Atap 3 Kelas SMKN 1 Ampelgading Malang Ambruk, KBM Tetap Berjalan

- Atap tiga ruang kelas di SMKN 1 Ampelgading, Malang ambruk akibat hujan deras dan cuaca ekstrem, tanpa menimbulkan korban jiwa.
- Dinas Pendidikan Jatim memastikan KBM tetap berjalan dengan memanfaatkan ruang alternatif sambil menyiapkan perbaikan kelas yang rusak.
- Renovasi ditargetkan selesai dalam satu bulan, sementara asesmen lanjutan dilakukan untuk memastikan keamanan bangunan sekolah lain terdampak cuaca ekstrem.
Surabaya, IDN Times - Atap tiga ruang kelas di SMKN 1 Ampelgading, Kabupaten Malang, ambruk akibat cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi, Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 23.15 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Peristiwa ambruknya atap dipicu intensitas hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir di wilayah Desa Tirtomarto, Kecamatan Ampelgading. Sebelum runtuh, genteng dilaporkan jatuh satu per satu hingga akhirnya rangka atap berbahan galvalum ambruk.
Pasca kejadian, pihak sekolah langsung mensterilkan lokasi, memasang pembatas area, serta mematikan aliran listrik di sekitar titik terdampak. Koordinasi juga dilakukan dengan BPBD, kepolisian, dan TNI untuk mengantisipasi risiko lanjutan.
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur (Jatim), Aries Agung Paewai, meninjau langsung lokasi pada Senin (30/3/2026). Ia memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berlangsung dengan memanfaatkan ruang alternatif.
“KBM tetap berjalan dengan menggunakan ruang yang tersedia seperti laboratorium dan aula. Kami juga sedang menginventarisasi kebutuhan perbaikan ruang kelas yang terdampak,” ujarnya.
Aries menyebut, terdapat tiga ruang kelas yang mengalami kerusakan berat, yakni kelas XI APHP 1, XI APHP 2, dan XI APHP 3. Seluruh bagian atap dilaporkan runtuh, disertai kerusakan pada sebagian besar meja dan kursi.
“Atas arahan Ibu Gubernur, kami diminta segera melakukan langkah cepat agar ruang kelas ini bisa segera diperbaiki dan dimanfaatkan kembali,” katanya.
Dindik Jatim, tambah Aries, menargetkan proses renovasi rampung dalam waktu satu bulan. Saat ini, proses pembersihan material telah dilakukan oleh tim BPBD Kabupaten Malang bersama masyarakat setempat.
Selain itu, kata Aries, Dindik Jatim akan melakukan asesmen lanjutan terhadap kondisi bangunan sekolah serta mengajukan bantuan perbaikan. “Kami juga akan menilai kelayakan bangunan lain agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.
Selain di Kabupaten Malang, cuaca ekstrem juga berdampak pada SMAN 1 Sumber, Kabupaten Probolinggo. Tanah longsor terjadi di area samping sekolah pada Jumat (27/3/2026) sore.
Longsor terjadi di lahan kosong dengan tinggi sekitar 8 meter dan panjang area terdampak 10 - 14 meter. Sebelumnya, muncul retakan tanah selebar sekitar 3 sentimeter sebagai tanda awal pergerakan.
“Tanah bergerak perlahan hingga akhirnya longsor di lereng dekat bangunan sekolah, bahkan berpotensi berdampak ke tembok SMP Negeri 1 Sumber,” jelas Aries.
Sebagai langkah awal, pihak sekolah bersama instansi terkait melakukan penguatan darurat menggunakan sandbag serta pemasangan terpal untuk mengurangi resapan air. Area tersebut kini masih dalam pemantauan karena dinilai rawan pergerakan tanah susulan.

















