Sidoarjo, IDN Times — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo mencatat sebanyak 592 korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilarikan ke delapan rumah sakit di wilayah Sidoarjo. Data tersebut merupakan pembaruan hingga Rabu, 2 September 2026 pukul 16.00 WIB.
Kepala Dinkes Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, menyampaikan bahwa dari total 592 pasien tersebut, sebanyak 79 pasien masih menjalani rawat inap (MRS), 494 pasien telah keluar rumah sakit (KRS), sementara 19 pasien masih dalam tahap observasi.
Berdasarkan data yang dihimpun Dinkes Sidoarjo, jumlah pasien terbanyak tercatat di RSUD R.T. Notopuro, yakni 380 pasien. Dari jumlah tersebut, 5 pasien masih menjalani rawat inap, 372 pasien telah keluar rumah sakit, dan 3 pasien masih dalam observasi.
Selanjutnya, RS Delta Surya merawat 30 pasien, dengan rincian 16 pasien rawat inap, 10 pasien sudah keluar, dan 4 pasien masih observasi. RS Siti Hajar tercatat menangani 94 pasien, terdiri dari 33 pasien rawat inap, 53 pasien telah keluar, dan 8 pasien masih observasi.
Sementara itu, RS Pusura mencatat 20 pasien, dengan 9 pasien rawat inap, 8 pasien sudah keluar rumah sakit, dan 3 pasien observasi. RSU Aisyiyah St. Fatimah menangani 47 pasien, terdiri atas 9 pasien rawat inap dan 38 pasien keluar rumah sakit.
Di RS Pusdik Bhayangkara, terdapat 8 pasien, dengan 1 pasien MRS dan 7 pasien KRS. Kemudian, RS Arafah Anwar Medika mencatat 4 pasien, terdiri dari 3 pasien KRS dan 1 pasien observasi.
Adapun RS Anwar Medika menangani 6 pasien. Sebanyak 4 pasien masih menjalani rawat inap, sementara 2 pasien telah keluar rumah sakit, dengan rincian 1 pasien pulang atas permintaan sendiri (APS) dan 1 pasien keluar karena sembuh.
Di RS Assakinah Medika, terdapat 1 pasien dan sudah keluar. Sedangkan di Puskesmas Porong, terdapat 2 pasien yang masih menjalani rawat inap.
Secara keseluruhan, Dinkes Kabupaten Sidoarjo mencatat 592 pasien dalam pembaruan data tersebut, dengan rincian 79 pasien MRS, 494 pasien KRS, dan 19 pasien observasi.
"Kami terus melakukan pemantauan terhadap kondisi pasien dan perkembangan pelayanan medis di sejumlah fasilitas kesehatan terkait," kata Lakhsmie kepada IDN Times.
Sekadar diketahui, petaka keracunan makanan massal para siswa dan santri Ponpes Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo ini terjadi usai menyantap menu MBG pada Selasa 1 September 2026, saat jam makan siang pukul 13.00 WIB. Kemudian para siswa mayoritas SMP dan SMA ini mengeluhkan muntah dan bertumbangan setelah Asar sekitar pukul 15.00 WIB.
Tim dari Dinkes kemudian merujuk ratusan siswa ke sejumlah rumah sakit mulai petang hingga hari ini Rabu 2 September 2026. Penanganan masih dilakukan hingga petang ini.
