Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5.400 Orang di Jatim Kehilangan Pekerjaan, Manufaktur Terpukul
ilustrasi PHK (pexels.com/Khwanchai Phanthong)
  • Hingga September 2026, 5.400 pekerja di Jawa Timur kehilangan pekerjaan dan menerima JKP, menempatkan provinsi ini di posisi ketiga nasional setelah Jawa Barat dan Banten.

  • Sektor manufaktur, termasuk industri mebel dan produsen bola berorientasi ekspor, tertekan oleh kenaikan bahan baku, biaya operasional, fluktuasi kurs, serta persaingan produk impor.

  • Disnakertrans Jatim mendorong efisiensi tanpa PHK sebagai pilihan awal, membuka dialog pekerja-manajemen, menjamin JKP, dan memitigasi informasi potensi PHK lebih besar bersama serikat pekerja.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
September 2026

Sebanyak 5.400 pekerja di Jawa Timur kehilangan pekerjaan dan menerima manfaat JKP. Tekanan PHK terutama dirasakan sektor manufaktur dan industri mebel.

Kamis (8/10/2026)

Disnakertrans Jatim menyatakan kenaikan harga bahan baku, biaya operasional, fluktuasi nilai tukar, dan persaingan produk China menekan industri.

kini

Disnakertrans Jatim berupaya mencegah PHK meluas melalui efisiensi nonpengurangan tenaga kerja, dialog pekerja-manajemen, dan mitigasi bersama serikat pekerja.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Sebanyak 5.400 pekerja di Jawa Timur kehilangan pekerjaan dan menerima manfaat Jaminan Kehilangan Pekerjaan hingga September 2026, dengan tekanan terbesar terjadi pada manufaktur dan industri mebel.
  • Who?
    Pekerja terdampak PHK, perusahaan manufaktur, Disnakertrans Jawa Timur, serikat pekerja, serta Kepala Bidang Hubungan Industrial Disnakertrans Jatim Sugeng Lestari terlibat dalam penanganan situasi ini.
  • Where?
    PHK terjadi di Jawa Timur, dengan catatan tertinggi di Kabupaten Sumenep 280 pekerja, Surabaya 116 pekerja, Sidoarjo 105 pekerja, dan Tulungagung 94 pekerja.
  • When?
    Data 5.400 pekerja dihimpun hingga September 2026. Sugeng Lestari menyampaikan kondisi tersebut pada Kamis, 8 Oktober 2026.
  • Why?
    Kenaikan harga bahan baku, biaya operasional, fluktuasi nilai tukar, kenaikan harga minyak dunia, dan persaingan produk impor dari China menambah beban produksi perusahaan.
  • How?
    Disnakertrans mendorong efisiensi tanpa mengurangi pekerja, membuka dialog pekerja dan manajemen, menyalurkan manfaat JKP, serta melakukan mitigasi bersama serikat pekerja atas potensi PHK lebih besar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Jawa Timur, 5.400 orang kehilangan pekerjaan sampai September 2026. Banyak pabrik dan pembuat mebel kesulitan karena bahan jadi mahal dan barang dari China bersaing. Sumenep paling banyak terkena. Pemerintah Jawa Timur sedang bicara dengan pekerja dan perusahaan supaya PHK tidak bertambah. Orang yang sudah kehilangan kerja mendapat bantuan dan dibantu mencari kerja lagi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah tekanan yang dihadapi industri, respons pemerintah daerah menunjukkan adanya upaya menjaga keberlanjutan pekerjaan melalui efisiensi proses dan pengurangan kerugian internal, bukan semata pengurangan tenaga kerja. Ruang dialog dengan pekerja serta manfaat JKP bagi yang terdampak juga memberi dukungan sambil membuka peluang untuk kembali bekerja atau berwirausaha.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terus menghantam Jawa Timur (Jatim). Hingga September 2026, sebanyak 5.400 pekerja di Jatim tercatat kehilangan pekerjaan dan menerima manfaat Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

Angka tersebut menempatkan Jatim di posisi ketiga nasional, setelah Jawa Barat dengan sekitar 10.800 pekerja dan Banten sebanyak 6.303 pekerja. Tekanan paling terasa pada sektor manufaktur dan industri mebel yang menghadapi kenaikan biaya produksi sekaligus persaingan ketat produk impor.

Kepala Bidang Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur Sugeng Lestari mengatakan data 5.400 pekerja tersebut dihimpun dari penerima manfaat JKP.

Ia bilang, kondisi industri saat ini tidak lepas dari tekanan ekonomi global. Kenaikan harga bahan baku, tingginya biaya operasional, hingga fluktuasi nilai tukar membuat beban produksi perusahaan semakin berat. "Ketidakpastian kondisi ekonomi global ini memang berpengaruh. Harga bahan baku naik, sementara persaingan dengan produk dari China juga semakin kuat," ujarnya, Kamis (8/10/2026).

Salah satu yang terdampak adalah industri manufaktur yang berorientasi ekspor. Sugeng mencontohkan industri produsen bola yang menghadapi tekanan akibat persaingan dengan produk asal Tiongkok. Kenaikan harga minyak dunia juga ikut memberikan efek berantai terhadap industri. Harga bahan baku impor seperti karet sintetis ikut terdampak sehingga biaya produksi meningkat.

Di Jatim, sejumlah daerah mencatat jumlah pekerja terdampak PHK cukup tinggi. Kabupaten Sumenep menjadi daerah dengan angka tertinggi, yakni 280 pekerja, disusul Surabaya 116 pekerja, Sidoarjo 105 pekerja, dan Tulungagung 94 pekerja.

Disnakertrans Jatim kini berupaya menahan agar gelombang PHK tidak semakin meluas. Pemerintah mendorong perusahaan melakukan efisiensi tanpa menjadikan pengurangan pekerja sebagai pilihan pertama.

Efisiensi dapat dilakukan dengan menekan kerugian internal, memperbaiki proses produksi, hingga mencari solusi atas berbagai persoalan yang membebani operasional perusahaan. "Efisiensi jangan selalu dilakukan dengan mengurangi tenaga kerja. Bisa dengan menekan potensi kerugian internal atau melakukan efisiensi proses produksi," katanya.

Disnakertrans Jatim juga membuka ruang dialog antara pekerja dan manajemen perusahaan untuk mencari solusi sebelum PHK dilakukan. Sementara bagi pekerja yang sudah kehilangan pekerjaan, pemerintah memastikan mereka memperoleh manfaat JKP.

Sugeng mengatakan pemerintah tetap memberikan perhatian kepada pekerja yang terdampak PHK agar mereka dapat kembali bekerja maupun beralih menjadi pelaku usaha. "Bagaimana pun mereka tetap kami perhatikan. Kami berupaya agar mereka bisa kembali bekerja atau berwirausaha," katanya.

Di sisi lain, Disnakertrans Jatim masih melakukan mitigasi bersama serikat pekerja terkait informasi potensi PHK dalam jumlah lebih besar. Pemerintah ingin memastikan data tersebut sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan. "Informasi terkait potensi PHK itu perlu didalami. Bersama serikat pekerja, kami sedang melakukan mitigasi untuk memastikan kebenarannya," pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article