Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Fakta Gubernur Suryo, Putra Magetan yang Jadi Gubernur Jatim Pertama
Makam Suryo, gubernur pertama Jawa Timur di Jalan Salak Kota Magetan. (IDN Times/Riyanto)
  • R.M.T. Ario Soerjo, lahir di Magetan pada 9 Juli 1898, dipercaya menjadi Gubernur Jawa Timur pertama setelah Indonesia merdeka.

  • Saat Surabaya memanas pada November 1945, Gubernur Suryo menolak ultimatum Sekutu dan berpidato lewat radio pada 9 November, menjelang Pertempuran Surabaya.

  • Gubernur Suryo tewas pada 10 September 1948 dalam perjalanan Yogyakarta-Madiun dan dimakamkan di Magetan, yang rutin diziarahi Pemprov Jawa Timur.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Magetan, IDN Times – Nama Raden Mas Tumenggung (R.M.T.) Ario Soerjo atau lebih dikenal sebagai Gubernur Suryo menjadi bagian penting dalam sejarah Jawa Timur. Tokoh kelahiran Magetan ini tercatat sebagai gubernur pertama Jawa Timur setelah Indonesia merdeka.

Tak hanya memimpin Jawa Timur pada masa awal republik, Gubernur Suryo juga dikenal karena sikapnya saat Surabaya berada dalam situasi genting pada November 1945.

Pidatonya melalui radio menjadi salah satu bagian yang dikenang dalam rangkaian sejarah Pertempuran Surabaya.

Berikut tiga fakta tentang Gubernur Suryo yang menarik diketahui.

1. Lahir di Magetan dan jadi Gubernur Jatim pertama

Makam Suryo, gubernur pertama Jawa Timur di Jalan Salak Kota Magetan. (IDN Times/Riyanto)

R.M.T. Ario Soerjo lahir di Magetan pada 9 Juli 1898. Setelah Indonesia merdeka, ia dipercaya menjadi Gubernur Jawa Timur pertama.

Posisi tersebut membuatnya menjadi salah satu tokoh penting dalam sejarah awal pemerintahan Republik Indonesia di Jawa Timur.

Jejaknya hingga kini masih kuat di tanah kelahirannya. Makam Gubernur Suryo di Magetan menjadi salah satu tempat yang rutin diziarahi, termasuk oleh Pemprov Jawa Timur dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Jawa Timur.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan ziarah tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus momentum untuk mengingat kembali perjuangan Gubernur Suryo.

2. Pidatonya kobarkan semangat arek-arek Surabaya

Makam Suryo, gubernur pertama Jawa Timur di Jalan Salak Kota Magetan. (IDN Times/Riyanto)

Peran Gubernur Suryo semakin menonjol ketika situasi Surabaya memanas pada November 1945. Ketegangan meningkat setelah Brigadir Jenderal Mallaby, pimpinan pasukan Sekutu, tewas dalam sebuah insiden di Surabaya. Setelah itu, Sekutu mengeluarkan ultimatum kepada rakyat dan para pemimpin Indonesia agar menyerahkan diri.

Dalam situasi tersebut, Gubernur Suryo memilih menolak ultimatum. Pada malam 9 November 1945, pidatonya disiarkan melalui radio. Seruan tersebut kemudian dikenang sebagai salah satu bagian penting dalam rangkaian menuju Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945.

“Kala itu Bung Karno menyerahkan keputusan kepada Gubernur Soerjo. Ini bukan perkara sederhana karena pertaruhannya adalah kemerdekaan yang baru saja kita raih,” ujar Khofifah saat berziarah dan menabur bunga di makam Gubernur Suryo, Selasa (6/10/2026).

Menurut Khofifah, sikap Gubernur Suryo menjadi bagian dari sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

3. Gugur tragis dan dimakamkan di tanah kelahirannya

Makam Suryo, gubernur pertama Jawa Timur di Jalan Salak Kota Magetan. (IDN Times/Riyanto)

Perjalanan hidup Gubernur Suryo berakhir tragis pada 10 September 1948. Ia tewas dalam perjalanan dari Yogyakarta menuju Madiun, ketika situasi politik dan konflik bersenjata tengah bergejolak.

Dalam berbagai catatan sejarah, Gubernur Suryo disebut menjadi korban pembunuhan oleh kelompok yang berafiliasi dengan gerakan politik kiri. Jenazahnya kemudian dimakamkan di Kabupaten Magetan.

Hingga kini, makam tersebut menjadi salah satu tempat untuk mengenang perjuangan Gubernur Suryo.

Khofifah mengatakan ziarah ke makam Gubernur Suryo selalu menjadi agenda penting Pemprov Jawa Timur setiap memperingati Hari Jadi Jawa Timur.

“Sejak menerima mandat di Pemprov, ziarah ke makam Gubernur pertama R.M.T. Ario Soerjo selalu saya pimpin langsung. Ini bentuk penghormatan sekaligus upaya merefleksikan semangat perjuangan beliau untuk konteks hari ini,” katanya.

Bagi Magetan, Gubernur Suryo bukan hanya tokoh sejarah Jawa Timur. Namanya menjadi bagian dari identitas daerah sekaligus pengingat bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan juga lahir dari tanah Magetan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article