2 Pria Diamuk Massa di Gresik, Dipastikan Pelaku Curanmor

- Polisi memastikan 2 pria yang diamuk massa di Gresik merupakan pelaku curanmor.
- Kedua pelaku datang ke Gresik menggunakan bus dan berjalan kaki untuk mencari sasaran sepeda motor.
- Satu pelaku meninggal dunia setelah diamuk warga, sementara satu pelaku lainnya masih dirawat di RSUD Ibnu Sina Gresik.
Gresik, IDN Times – Polisi memastikan dua pria yang diamuk massa di Jalan Raya Kartini, Kecamatan Kebomas, Gresik, merupakan pelaku pencurian sepeda motor. Kepastian tersebut diperoleh setelah petugas menemukan empat kunci T yang telah dimodifikasi saat melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.
Kanit Resmob Satreskrim Polres Gresik, Ipda Andi Muh Asyraf, mengatakan temuan tersebut menguatkan dugaan bahwa kedua pria tersebut memang tengah beraksi mencuri sepeda motor. “Iya benar, saat dilakukan pemeriksaan di lokasi kejadian, kami menemukan empat kunci T yang sudah dimodifikasi dari salah satu pelaku,” ujarnya, Rabu (21/1/2026).
Dari hasil pemeriksaan awal, lanjut Asyraf, kedua pelaku diketahui datang ke Gresik menggunakan bus dan turun di Terminal Bunder. Setelah itu, mereka berjalan kaki untuk mencari sasaran sepeda motor yang terparkir di luar rumah atau area kos.
“Pelaku melakukan hunting dengan berjalan kaki. Saat di lokasi kejadian, mereka mendorong sepeda motor milik penghuni kos hingga diketahui oleh salah satu warga,” jelasnya.
Aksi tersebut kemudian memicu kecurigaan warga. Saat ditegur, para pelaku sempat melarikan diri hingga terjadi kejar-kejaran. Keduanya akhirnya berhasil diamankan warga, namun kemudian menjadi sasaran amukan massa yang tersulut emosi. “Satu pelaku meninggal dunia setelah diamuk warga. Sementara satu pelaku lainnya saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Ibnu Sina Gresik, namun kondisinya sudah bisa diajak berkomunikasi,” tambah Asyraf.
Meski demikian, polisi belum membeberkan secara rinci motif maupun berapa kali pelaku melakukan aksi pencurian. Saat ini, penyelidikan masih terus dilakukan dengan mengumpulkan keterangan saksi serta menunggu kondisi pelaku yang dirawat pulih untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
“Masih kami dalami. Kami kumpulkan keterangan saksi-saksi dan menunggu pelaku yang dirawat untuk pemeriksaan lanjutan,” tegasnya.
Asyraf juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan kekerasan atau main hakim sendiri. Ia meminta warga segera melapor kepada kepolisian jika menemukan dugaan tindak kriminal. “Apabila menemukan dugaan tindak kejahatan yang mengganggu kamtibmas, segera laporkan ke Hotline Lapor Kapolres Cak Rama atau melalui layanan darurat 110,” pungkasnya.
















