Suasana saat evakuasi KMP Yunicee yang tenggelam di Gilimanuk, Selasa (29/6/2021). (Dok.IDNTimes/Tangkapan Layar)
Hingga saat ini pihaknya menduga posisi kapal berada di kedalaman 50-75 meter dengan jarak 500 meter dari bibir pantai pelabuhan. "Karena arus deras, tadi dari informasi yang saya dapatkan, kemungkinan geser kapal itu karena arus yang deras itu," ujar Budi.
Sementara itu, Investigator Keselamatan Pelayaran KNKT, Bambang Irawan mengatakan, masih mengumpulkan berbagai data dari perusahaan, awak kapal, dan kondisi cuaca saat peristiwa terjadi. Butuh waktu sekitar 3 bulan hingga satu tahun untuk menyimpulkan penyebab kasus secara ilmiah.
"Termasuk bagaimana proses perawatannya, nahkoda juga dengan perwira jaga lainnya
Mualim 1 yang mengetahui muatan, perwira jaga kemudi dan cuaca," katanya.
"Tapi intinya kita belum bisa mengatakan penyebab, karena itu terlalu dini. Pengumpulan data awal maksimal selama 1 bulan analisa, bisa saja dianalisa di universitas oleh masyarakat ilmiah paling cepat 3 bulan, 6 bulan 1 tahun," jelasnya.
Terkait jumlah penumpang yang diduga masih terdapat jumlah lain di luar manifes, pihaknya juga bakal mendalami lebih lanjut.
"Kita akan cocokkan data manifes dengan laporan masyarakat itu mungkin berhubungan dengan pihak Jasa Raharja. Akses menuju kapal ini masih sangat terbuka, orang lain, teman-teman bisa lihat ada kalanya buruh-buruh pelabuhan pun bisa keluar masuk kapal dengan bebas, jadi tidak tahu itu buruh pelabuhan atau penumpang atau siapa, itu yang patut kita akan kita dalami supaya betul-betul yang masuk ke dalam itu hanya penumpang saja," paparnya.