Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sosok Perempuan yang Menegur Pelanggar di Traffic Light Malang

Sosok Perempuan yang Menegur Pelanggar di Traffic Light Malang
Petugas ATCS Dishub Kota Malang, Ajeng Ratnasari. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Malang, IDN Times - Belakangan media sosial tengah viral video-video para pelanggar lalu lintas di sejumlah lampu merah atau traffic light di Kota Malang. Para pelanggar ini biasanya langsung ditegur dengan pengeras suara yang terkoneksi melalui Area Traffic Control System (ATCS).

Uniknya, para pelanggar ini akan ditegur menggunakan pantun oleh sosok suara perempuan. Biasanya para pelanggar akan malu karena menjadi bahan guyonan pengendara lain yang juga menunggu lampu merah selesai.

1. Ini sosok perempuan yang viral tegus pelanggar lalu lintas dengan pantun

Petugas ATCS Dishub Kota Malang, Ajeng Ratnasari. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Petugas ATCS Dishub Kota Malang, Ajeng Ratnasari. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Salah satu Petugas ATCS Dishub Kota Malang yang suaranya viral adalah Ajeng Ratnasari. Ia mengatakan jika dirinya memantau para pelanggar lalu lintas melalui ruang kontrol di Kantor Dishub Jalan Raden Intan Nomor 1, Keluraham Polowijen, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Jika ada pelanggar, ia akan memberikan imbauan melalui voice announcer yang terpasang di sejumlah traffic light di Kota Malang.

"Jadi kita memantau melalui CCTV yang terpasang di traffic light atau alat pemberi isyarat berlalu lintas (APILL) dari simpang 3 atau simpang 4. Saat kendaraan berhenti karena lampu merah, kita biasanya memberikan imbauan kalau ada pengendara yang melewati marka jalan atau tidak memakai alat kelengkapan keselamatan berkendara," terangnya saat dikonfirmasi pada Rabu (31/7/2024).

Ajeng mengatakan jika teguran yang dilakukan tidak harus keras, tapi bagaimana bisa diingat dan berkesan sehingga pelanggar enggan melakukan pelanggaran lagi. Dishub Kota Malang akhirnya menemukan format yang unik, yaitu menggunakan pantun.

"Kita contohnya buat kantun seperti 'beli bajigur di rumah Pak Camat, biar malu ditegur asal selamat.' Teguran humanis seperti ini jadi mendapatkan kesan positif dari masyarakat, misalnya setelah diinginkan membuat si pelanggar mengacungkan jempol ke CCTV," jelasnya.

2. Dalam sehari Ajeng bisa menegur 50 pengendara

Petugas ATCS Dishub Kota Malang, Ajeng Ratnasari. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Petugas ATCS Dishub Kota Malang, Ajeng Ratnasari. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Dalam sehari, Ajeng mengatakan jika dirinya bisa menegur sebanyak 50 pengendara. Para pelanggar sendiri memang didominasi oleh pengendara roda 2 dengan jenis pelanggaran yang bervariasi. 

"Rata-rata pelanggarannya seperti tidak memakai helm, membonceng orang dewasa atau anak di bawah umur tanpa dilengkapi helm. Ada juga pengendara yang sambil merokok, karena memang yang di masyarakat banyak sekali yang berkendara sambil merokok," bebernya.

Ajeng mengatakan jika mereka hanya memberikan teguran saja tanpa melakukan penindakan, pasalnya penindakan hanya bisa dilakukan oleh pihak Satlantas Polresta Malang Kota. Jadi mereka hanya memberikan teguran dengan gaya humanis dengan melemparkan 2-3 pantun.

"Sekarang masyarakat kita kalau ditegur dengan keras, banyak yang menerimanya kurang baik. Jadi kita mengimbau dengan secara humanis, dan dengan cara yang menyenangkan, salah satunya dengan pantun," ujarnya.

Ajeng juga menceritakan jika ia bekerja bergantung atau berbagi shift dengan petugas Dishub Kota Malang. Petugas yang lain juga dibekali ilmu yang sama agar melakukan teguran dengan humanis kepada pelanggar lalu lintas.

3. Kepala Dishub Kota Malang sebut teguran menggunakan pantun cukup efektif

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra menjelaskan jika teguran menggunakan pantun merupakan ide yang dicetuskan langsung oleh Dishub Kota Malang. Ia mengatakan jika dalam rapat mereka ingin membuat teguran tapi tidak membuat masyarakat tersinggung, jadi mereka menemukan solusi dengan melemparkan pantun.

"Ini hal yang membutuhkan effort dan kemampuan komunikasi. Kita berharap kepada rekan-rekan, kepada personel dishub selalu inovatif mengikuti perkembangan yang ada," ucapnya.

Widjaja mengatakan di Kota Malang terdapat 27 titik traffic light, kemudian 16 diantaranya tersambung dengan ATCS Command Center. Tapi 16 traffic light yang tersambung dengan ATCS Command Center, tidak sampai setengahnya yang memiliki voice announcer. Beberapa titik yang memiliki voice announcer ada di Simpang 3 Masjid Sabilillah Blimbing, Simpang 3 Jalan Ciliwung, Simpang 4 Kaliurang, dan Simpang 4 Kelud.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More

Sindikat Pencurian Kabel Milik Telkom Digulung Polres Tulungagung

07 Apr 2026, 19:59 WIBNews