TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

JPU Indikasikan Julianto Akan Dituntut Penjara Maksimal 15 Tahun

Ia dianggap melakukan pemerkosaan dengan tipu daya

Pengadilan Negeri Malang tempat sidang kasus owner SMA SPI digelar. IDN Times/Alfi Ramadana

Surabaya, IDN Times - Terdakwa pencabulan dan pemerkosaan yang juga pendiri Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI), Julianto Eka Putra akan menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri, Malang, Rabu (20/7/2022). Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur (Jatim) pun berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) agar Julianto dituntut dengan hukuman maksimal.

"Tadi sudah ke Batu dan sudah koordinasi dengan jaksa penuntutan jadi tahapan sidang tinggal baca tuntutan," ujar Kepala Kejati Jatim, Mia Amiati, Selasa (19/7/2022).

1. JPU simpulkan ada pemerkosaan dengan bujuk rayu kata motivasi

Kejati Jatim saat menangkap Julianto Eka Putra. (Dok. Kejati Jatim)

Mia menyampaikan, berdasarkan hasil uraian dari JPU, disimpulkan ada pemerkosaan yang diinginkan oleh terdakwa Julianto. Dalam melancarkan aksinya, pria yang juga dikenal sebagai motivator melakukan tipu muslihat. Korban dirayu dengan cara diberi kata-kata motivasi.

"Yang bersangkutan (Julianto) ini sebagai pendidik guru yang harusnya membimbing yang baik tapi merayu dan membuat korban ini makin lemah," katanya.

Baca Juga: Polda Olah TKP di SPI, Cari Bukti Eksploitasi Ekonomi  

2. Fakta persidangan dirasa cukup, terbukti ada 9 korban

selamatpagiindonesia.org

Sejauh ini, sambung Mia, memang hanya ada saksi korban yang memberikan kesaksiannya. Namun, berdasarkan fakta persidangan ada sebanyak sembilan korban. "Tapi hanya satu (korban) yang jadi saksi pelapor," kata dia. "Total saksi 20 orang, ada tiga saksi ahli dari psikolog, forensik dan pidana," Mia melanjutkan.

"Kami berharap semua teman-teman media positif bisa menggali kasus ini, tidak menggiring ke opini negatif. Di luar itu bukan tanggung jawab kami. Karena semua pihak pasti ingin memenangkan kliennya. Kami berusaha menunjukkan semua khalayak dan utamanya pencari keadilan di mana keadilan ini bisa diwujudkan dengan menuntut yang bersangkutan setinggi-tingginya," tegas Mia.

Baca Juga: Korban Eksploitasi Ekonomi di SPI Batu Jadi 14 Orang

Berita Terkini Lainnya