Sensasi Makan Durian Langsung dari Kebun di Dagangan Madiun

- Pembeli datang dari luar daerah untuk mencicipi durian khas pegunungan Madiun.
- Sensasi makan durian langsung di alam terbuka dengan udara dingin pegunungan dan pemandangan yang indah.
- Durian lokal menjadi favorit karena harganya terjangkau dan rasanya enak, sementara stok melimpah saat panen raya.
1. Pembeli datang dari luar daerah

Sentra durian Dagangan tak hanya diminati warga lokal. Pengunjung dari luar daerah pun rela menempuh perjalanan jauh demi mencicipi durian khas pegunungan Madiun.
“Saya berangkat dari Jombang karena direkomendasikan teman-teman. Duriannya enak dan manis, makannya juga nyaman karena suasananya sejuk,” ujar Anggun Annisa Putri.
2. Sensasi makan durian langsung di pegunungan

Daya tarik utama sentra durian Dagangan adalah pengalaman makan durian langsung di alam terbuka. Udara dingin pegunungan dan pepohonan rindang membuat wisata durian terasa berbeda.
“Makan durian di sini lebih nikmat. Banyak pohon, udaranya sejuk, dan pemandangannya enak,” ungkap Eldyssa Rakhma Pridianti, pengunjung asal Saradan.
3. Pilihan durian lengkap, lokal jadi favorit

Berbagai jenis durian tersedia di sentra ini, mulai dari durian lokal khas Segulung hingga durian premium seperti Montong dan Musang King. Meski begitu, durian lokal justru paling banyak diminati pembeli.
“Durian lokal lebih laku karena harganya terjangkau dan rasanya sudah enak. Banyak yang cari manis tapi ada pahitnya,” kata Winanto, petani durian setempat
4. Harga terjangkau dan stok melimpah saat panen

Harga durian lokal di Dagangan dibanderol mulai Rp25 ribu hingga Rp150 ribu per buah. Saat panen raya, stok durian bisa mencapai ribuan buah per hari dan terjual ratusan buah.
“Kalau musim raya, stok bisa 500 sampai 1.000 buah per hari. Ramainya mulai Desember dan puncaknya di Januari,” jelas Winanto.


















