Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Catat! Ini 4 Lokasi Melihat Gerhana Bulan Pakai Teleskop di Surabaya

Catat! Ini 4 Lokasi Melihat Gerhana Bulan Pakai Teleskop di Surabaya
ilustrasi gerhana bulan (unsplash.com/Martin Adams)
Intinya Sih
  • Gerhana bulan total akan terjadi pada 3 Maret 2026 dan bisa disaksikan di seluruh Indonesia, termasuk Surabaya, tanpa alat bantu khusus.
  • Empat lokasi di Surabaya menyiapkan teleskop untuk publik: Kenjeran Park, At Tauhid Tower UMS, Masjid Akbar Surabaya, dan Observatorium Astronomi Sunan Ampel.
  • Fase gerhana dimulai pukul 15.42 WIB dan mencapai puncak totalitas sekitar pukul 18.33 WIB, bertepatan dengan bulan Ramadan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Fenomena gerhana bulan total akan berlangsung pada tanggal 3 Maret 2026. Menurut BMKG, fenomena seperti ini tergolong  langka. Beruntungnya kita bisa melihat penampakan gerhana bulan di seluruh wilayah Indonesia. Gerhana bulan sendiri merupakan peristiwa astronomis ketika matahari, bumi, dan bulan berada di posisi yang sejajar. Artinya cahaya matahari yang seharusnya dipantulkan oleh bulan menjadi tertutup karena terhalang oleh bumi. 

Masyarakat dapat secara langsung mengamati gerhana bulan tanpa alat bantu. Namun, penggunaan teleskop akan membantu menampilkan detail permukaan Bulan serta perubahan warnanya saat fase total berlangsung. Untuk memfasilitasi pengamatan tersebut, sejumlah komunitas astronomi di Surabaya menyiapkan kegiatan nonton bareng gerhana menggunakan teleskop yang terbuka untuk umum.

Lokasi pengamatan biasanya dipilih di area pesisir atau di atas gedung tinggi agar proses gerhana terlihat lebih jelas. Berikut informasi titik pengamatan gerhana bulan di Surabaya yang menyediakan teleskop bagi masyarakat:

1. Kenjeran Park

kenjeran park
Ilustrasi kenjeran park (unplash/ Ryo Harianto)

Kenjeran Park menjadi salah satu lokasi utama yang dipilih sebagai spot pengamatan gerhana bulan total di Surabaya. Kawasan ini dinilai memiliki tingkat polusi cahaya yang relatif lebih rendah dibanding pusat kota serta menawarkan pandangan langit yang luas tanpa terhalang bangunan tinggi. Kondisi tersebut membuat proses gerhana, mulai dari fase awal hingga puncak totalitas, dapat diamati dengan lebih jelas.

Untuk mendukung kegiatan pengamatan, teleskop akan disediakan oleh Surabaya Astronomy Club. Komunitas ini dikenal aktif memfasilitasi pengamatan fenomena langit bagi masyarakat Surabaya, termasuk saat terjadi gerhana bulan. Selain menyediakan teleskop, anggota komunitas juga biasanya memberikan pendampingan dan penjelasan mengenai proses gerhana sehingga pengunjung tidak hanya menyaksikan, tetapi juga mendapatkan edukasi astronomi secara langsung. Informasi lebih lanjut, kamu bisa mengunjungi laman Instagram @surabaya_astro

2. At Tauhid Tower Universitas Muhammadiyah Surabaya

ilustrasi teleskop
ilustrasi teleskop (Pexels/lucas pezeta)

Lokasi pengamatan lainnya berada di At Tauhid Tower, Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS). Kegiatan nonton bareng gerhana bulan total di kampus ini akan diselenggarakan oleh Klub Astronomi Galator, organisasi yang berfokus pada pembelajaran dan pengembangan ilmu astronomi di lingkungan UMS. Melalui kegiatan ini, pihak kampus membuka kesempatan bagi mahasiswa maupun masyarakat umum untuk ikut menyaksikan fenomena langit tersebut.

Dalam pelaksanaannya, panitia menyiapkan teleskop sebagai alat bantu utama agar pengunjung dapat melihat detail permukaan Bulan selama fase gerhana berlangsung. Selain pengamatan langsung, anggota komunitas juga akan memberikan penjelasan terkait proses terjadinya gerhana bulan total sehingga kegiatan ini bersifat edukatif.

Tidak hanya itu, UMS juga akan menggelar salat gerhana bulan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan. Pelaksanaan ibadah tersebut menjadi bentuk penguatan nilai keagamaan sekaligus refleksi spiritual atas fenomena alam yang terjadi. Dengan demikian, kegiatan pengamatan gerhana di UMS tidak hanya menghadirkan sisi ilmiah, tetapi juga aspek religius bagi para peserta. Untuk informasi selengkapnya kalian bisa mengecek di laman Instagram mereka di @galator_umsurabaya.

3. Masjid Akbar Surabaya

foto masjid akbar surabaya
Ilustrasi masjid akbar surabaya (Unplash/zaskia auryn)

Berikutnya, Masjid Akbar Surabaya. Banyak yang belum tahu, ternyata Masjid Akbar Surabaya selain menjadi tempat sholat gerhana berjamaah, juga menyediakan pengamatan menggunakan teleskop. Hal ini pernah dilakukan semisal pada tahun 2018 ketika momen gerhana bulan total. Pihak masjid bahkan menyiapkan layar lebar di sekitar masjid untuk para peserta sholat atau pengunjung yang ingin ikut menonton saja. 

Namun, untuk saat ini belum ada informasi lebih jelas terkait penyelenggaraan sholat gerhana maupun kegiatan pengamatan gerhana bulan pada tanggal 3 Maret mendatang. Bagi kamu yang penasaran, tak ada salahnya mencoba datang untuk berkunjung di Masjid Akbar Surabaya. Sehubung dengan bulan Ramadan, pihak masjid memiliki agenda yang bisa kamu ikuti, seperti kajian dan berbuka puasa gratis. 

4. Observatorium Astronomi Sunan Ampel (OASA)

ilustrasi teleskop
ilustrasi teleskop (Unplash/Matthew Ansley)

Universitas Islam Negeri Sunan Ampel juga memiliki fasilitas astronomi yang berada di bawah naungan Fakultas Syariah dan Hukum. Lokasinya berada di Twin Tower B lantai 10, Kampus Ahmad Yani. Fasilitas ini utamanya digunakan oleh Program Studi Ilmu Falak untuk kegiatan rukyatul hilal, yakni pemantauan hilal dalam penentuan awal Ramadan dan 1 Syawal.

Selain digunakan untuk penentuan kalender hijriah, lembaga yang dikenal sebagai OASA tersebut juga rutin menggelar pengamatan berbagai fenomena astronomi, termasuk gerhana bulan dan gerhana matahari. Sebelumnya, mereka beberapa kali menyelenggarakan pengamatan terbuka untuk publik serta siaran langsung saat gerhana bulan total 2021 dan gerhana matahari hibrida 2023. Sebagai lembaga resmi, kegiatan observasi yang dilakukan didukung fasilitas yang memadai, termasuk teleskop astronomi. Namun, hingga saat ini belum ada informasi pasti mengenai penyelenggaraan pengamatan gerhana bulan total pada 3 Maret mendatang.

Demikian daftar lokasi pengamatan gerhana bulan yang menyediakan teleskop di Surabaya. Bagi masyarakat yang berencana datang, diimbau tetap tertib serta menjaga kenyamanan, terlebih karena berlangsung pada bulan Ramadan. Sementara bagi yang tidak dapat hadir di lokasi-lokasi tersebut, gerhana bulan tetap dapat disaksikan secara langsung dari rumah atau area terbuka lainnya karena aman bagi mata.

Berdasarkan Waktu Indonesia Barat (WIB), fase gerhana akan dimulai dari penumbra pada pukul 15.42, dilanjutkan fase sebagian pada 16.49. Gerhana total diperkirakan mulai pukul 18.03, mencapai puncak pada 18.33, dan berakhir pada 19.03 WIB.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
IDN Times Hyperlocal
Faiz Nashrillah
IDN Times Hyperlocal
EditorIDN Times Hyperlocal
Follow Us

Latest Travel Jawa Timur

See More