Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jejak Bung Tomo Bakal Jadi Wisata Edukasi

Jejak Bung Tomo Bakal Jadi Wisata Edukasi
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima putra Pahlawan Nasional Bung Tomo, Bambang Sulistomo, di Gedung Negara Grahadi Surabaya. Dok. Pemprov Jatim.
Intinya Sih
  • Pemprov Jatim bersama Bambang Sulistomo berkolaborasi mengembangkan wisata edukasi sejarah, termasuk pelestarian jejak perjuangan Bung Tomo dan pembangunan Taman Perdamaian Dunia Soerjo Modjopahit.
  • Gubernur Khofifah menegaskan pentingnya menjaga serta menghidupkan nilai-nilai peradaban Majapahit melalui penguatan destinasi wisata sejarah dan budaya di berbagai daerah Jawa Timur.
  • Inisiatif ini diharapkan menjadi sarana pembelajaran karakter, kepemimpinan, dan nasionalisme bagi generasi muda sekaligus memperkenalkan kebesaran sejarah Indonesia ke dunia internasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Surabaya, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) mendorong pengembangan wisata edukasi berbasis sejarah melalui pembangunan Taman Perdamaian Dunia Soerjo Modjopahit serta penguatan destinasi wisata kepahlawanan yang mengangkat jejak perjuangan Bung Tomo dan tokoh bangsa lainnya.

Komitmen tersebut mengemuka saat Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima putra Pahlawan Nasional Bung Tomo, Bambang Sulistomo, di Gedung Negara Grahadi Surabaya. Pertemuan itu membahas pelestarian situs-situs bersejarah sekaligus pengembangan kawasan wisata edukasi yang terintegrasi di Jatim.

Khofifah menyatakan mendukung berbagai gagasan yang disampaikan Bambang Sulistomo bersama para sejarawan yang tergabung dalam Yayasan Soerjo Modjopahit. Terlebih, Jatim memiliki kekayaan sejarah yang sangat besar dan dapat menjadi modal pengembangan wisata edukasi sekaligus sarana membangun karakter generasi muda

.

Salah satu gagasan yang mendapat perhatian adalah pembangunan Taman Perdamaian Dunia Soerjo Modjopahit. Kawasan tersebut diharapkan menjadi ruang edukasi yang mengenalkan kebesaran Peradaban Majapahit kepada masyarakat Indonesia maupun dunia internasional.

"Dengan dibangunnya Taman Perdamaian Dunia Soerjo Modjopahit, dunia akan semakin mengenal kebesaran Kerajaan Majapahit," ujar Khofifah, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (6/6/2026).

Khofifah menambahkan, Majapahit merupakan salah satu peradaban terbesar yang pernah ada di Nusantara. Wilayah pengaruh kerajaan tersebut bahkan disebut mencakup kawasan yang lebih luas dibandingkan wilayah Republik Indonesia saat ini.

Menurutnya, nilai-nilai peradaban Majapahit perlu terus dihidupkan melalui pelestarian situs sejarah dan pengembangan wisata edukasi yang memiliki muatan pembelajaran kuat. "Jawa Timur memiliki banyak situs dan peninggalan bersejarah yang merekam perjalanan panjang peradaban bangsa," katanya.

"Warisan ini harus terus dijaga, dirawat, dan dikembangkan agar menjadi sumber pembelajaran bagi masyarakat, khususnya generasi muda," imbuh Khofifah.

Khofifah mengungkapkan, dalam berbagai kesempatan dirinya juga mendorong daerah-daerah yang memiliki keterkaitan dengan sejarah Majapahit untuk mengembangkan kawasan peninggalan kerajaan tersebut menjadi destinasi wisata edukasi yang terintegrasi.

Ia mencontohkan kawasan-kawasan peninggalan Majapahit di Mojokerto yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi unggulan berbasis sejarah dan budaya.

Selain wisata Peradaban Majapahit, Khofifah juga menilai penguatan wisata sejarah dan wisata kepahlawanan di Surabaya perlu terus dilakukan. Menurutnya, jejak perjuangan tokoh-tokoh nasional seperti Bung Karno dan Bung Tomo merupakan aset berharga yang dapat menjadi sarana pendidikan kebangsaan bagi generasi muda.

"Setiap rangkaian peringatan Hari Pahlawan dapat diisi dengan kegiatan wisata sejarah maupun wisata kepahlawanan. Dengan demikian, memori kolektif tentang jejak dan perjuangan para pahlawan akan terus tertanam di hati generasi penerus bangsa," ungkapnya.

Khofifah menegaskan bahwa pelestarian situs sejarah tidak cukup hanya melalui kegiatan seremonial tahunan. Dibutuhkan langkah konkret berupa perawatan kawasan cagar budaya, penguatan destinasi wisata sejarah, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya warisan budaya.

Ke depan, Pemprov Jatim melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata terus memberikan dukungan terhadap pelestarian cagar budaya, termasuk para penjaga situs sejarah yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga warisan peradaban bangsa.

Sementara itu, Bambang Sulistomo mengatakan pihaknya ingin membangun sinergi dengan Pemprov Jatim untuk mengembangkan berbagai program pelestarian sejarah, mulai dari kawasan wisata edukasi Peradaban Majapahit hingga penguatan situs-situs perjuangan Bung Tomo.

Menurut Bambang, pelestarian sejarah tidak hanya bertujuan menjaga peninggalan masa lalu, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran karakter, kepemimpinan, dan nasionalisme bagi generasi muda.

"Kami ingin membangun kesadaran bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Kami ingin menghidupkan kembali semangat perjuangan para pahlawan bangsa sekaligus mewariskan nilai-nilai kebesaran Peradaban Majapahit yang pernah menyatukan Nusantara kepada generasi penerus," pungkasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah

Latest Travel Jawa Timur

See More