Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Museum Sunan Drajat Lamongan: Koleksi dan Benda Peninggalan
Ilustrasi Museum Etnografi (pexels.com/AXP Photography)
  • Museum Sunan Drajat di Paciran, Lamongan dibangun untuk mengenang dan mempelajari perjuangan Sunan Drajat dalam menyebarkan ajaran Islam di tanah Jawa.
  • Koleksinya mencakup berbagai benda bersejarah seperti Al-Qur’an, bedug, kain tenun, keramik, logam, serta peninggalan asli dan sumbangan warga sekitar.
  • Tiga peninggalan terkenal adalah Gamelan Singo Mengko, Batik Drajat, dan daun lontar bertuliskan Surat Yusuf; museum buka Senin–Sabtu tanpa biaya masuk.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Museum Sunan Drajat merupakan museum yang digunakan untuk menyimpan benda peninggalan Sunan Drajat sebagai sarana syiar agama Islam di tanah Jawa. Pusat dakwah salah satu Wali Songo ini adalah di Desa Drajat, Kecamatan Paciran, Lamongan. Sehingga untuk mengenang sosoknya sekaligus sebagai sarana pembelajaran, dibangunlah Museum Sunan Drajat.

Koleksi Museum Sunan Drajat

Ada banyak koleksi di Museum Sunan Drajat, mulai dari al-quran, bedug, kain tenun, barang-barang perunggu, keramik, kayu jati, batu besi, kuningan, bambu, logam, buku dan masih banyak lagi.

Koleksi di Museum Sunan Drajat ada yang peninggalan asli dari almarhum dan ada juga yang sumbangan dari warga Lamongan.

Benda peninggalan Sunan Drajat

Ada tiga benda peninggalan Sunan Drajat yang terkenal yaitu Gamelan Singo Mengko, Batik Drajat dan Daun Lontar bertuliskan Surat Yusuf.

Gamelan Singo Mengkok dulunya digunakan oleh Sunan Drajat untuk dakwah agama Islam dengan cara akulturasi budaya Hindu, Budha dan Islam. Batik dan kain tenun merupakan barang peninggalan yang pernah dikenalan oleh Sunan Drajat. Sementara daun lontar yang berisi Surat Yusuf dituliskan dalam huruf Arab pegon.

Lokasi Museum Sunan Drajat

Museum Sunan Drajat berada di Jalan Sumberwudi, Paciran, Lamongan, masih satu area dengan kompleks makam beliau. Sunan Drajat diperkirakan wafat pada tahun 1522 masehi.

Wisatawan yang berkunjung ke sini tidak dipungut biaya alias gratis. Museum Sunan Drajat ini buka setiap hari Senin-Sabtu mulai pukul 08.00-16.00 WIB.

Selain diisi dengan peninggalan Sunan Drajat, fasilitas museum juga cukup baik karena sudah ada area parkir yang luas, toilet umum yang terjaga hingga rumah makan di sekitar area museum.

Nah, itu tadi adalah sekilas tentang Museum Sunan Drajat yang ada di Paciran, Lamongan, Jawa Timur. Kalau lagi ziarah ke makam, sempatin mampir ke museumnya ya guys.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team