Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

7 Julukan Kabupaten Banyuwangi yang Perlu Kamu Tahu

Kab. Banyuwangi
7 Julukan Kabupaten Banyuwangi yang Perlu Kamu Tahu
ilustrasi mendaki gunung di Banyuwangi (pexels.com/Eric Sanman)
  • Banyuwangi memiliki tujuh julukan yang berkembang dari identitas budaya, sejarah, geografis, hingga potensi alam dan pertaniannya.
  • Julukan yang kini sering digunakan ialah Kota Gandrung dan The Sunrise of Java, merujuk pada tarian khas serta lokasi Banyuwangi di ujung timur Pulau Jawa.
  • Julukan lain mencakup Kota Using, Bumi Blambangan, Kota Banteng, Kota Pisang, dan Kota Santet, masing-masing terkait masyarakat adat, sejarah, satwa, komoditas, serta peristiwa 1998.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur memiliki sejumlah julukan yang terus berkembang. Sejak tahun 1980-an, Banyuwangi pernah dijuluki Kota Pisang. Selain itu, Banyuwangi juga pernah dijuluki Kota Banteng, Kota Using hingga Kota Santet.

Namun seiring perkembangan zaman, saat ini Banyuwangi lebih sering dijuluki Kota Gandrung hingga The Sunrise of Java.

Dikutip dari data Pemkab Banyuwangi, berikut 7 julukan kota di ujung Pulau Jawa ini.

  1. 1. Kota Using

    Sekolah adat Pesinauan Suku Using Banyuwangi/Dok Pemkab Banyuwangi
    Sekolah adat Pesinauan Suku Using Banyuwangi/Dok Pemkab Banyuwangi

    Banyuwangi memiliki masyarakat adat yang bernama suku Using. Suku ini sangat memahami bahasa Jawa, sebab banyak kemiripan pembendaharaan bahasanya.

    Masyarakat suku Using bukanlah pendatang, mereka merupakan warga asli dari pewaris kultural Kerajaan Blambangan dan menjadikan Banyuwangi menjadi ibu kotanya.

  2. 2. The Sunrise of Java

    Pemandangan kawah Ijen. IDN Times/Mohamad Ulil Albab
    Pemandangan kawah Ijen. IDN Times/Mohamad Ulil Albab

    Selanjutnya Banyuwangi dijuluki sebagai daerah The Sunrise of Java. Banyuwangi memang berada di ujung timur Pulau Jawa. Maka daerah ini dijuluki The Sunrise of Java karena menjadi yang lebih dahulu melihat terbitnya matahari.

    Sebagai daerah di ujung timur Pulau Jawa, Banyuwangi berbatasan dengan Pulau Bali yang ada di sisi timurnya.

  3. 3. Kota Gandrung

    Tarian Gandrung merupakan tarian khas Kabupaten Banyuwangi. Sebutan Kota Gandrung masih melekat hingga saat ini, ditunjukkan dengan banyaknya patung gandrung yang ada di hampir tiap perbatasan kecamatan dan kabupaten.

    Patung gandrung yang paling terkenal berada di Gunung Gumitir, perbatasan dengan Kabupaten Jember. Kemudian di jalan arah Pantura, Grand Watu Dodol. Setiap tahun, di Banyuwangi juga rutin menggelar festival gandrung Sewu yang menyajikan tarian 1000 penari gandrung di Pantai Boom.

  4. 4. Bumi Blambangan

    Selain itu, Banyuwangi juga dijuluki Bumi Blambangan. Sebelum ada nama Banyuwangi, ada kerajaan Blambangan, bagian dari kerajaan Majapahit. Kerajaan Blambangan, disebut sebagai salah satu yang terakhir masih bertahan, setelah keruntuhan Majapahit.

    Nama Banyuwangi baru muncul pada tahun 1771 dengan bupati pertama Mas Alit. Untuk memperingati nama Banyuwangi di tahun tersebut, hingga kini, setiap tanggal 18 Bulan Desember, selalu diperingati sebagai hari jadi Kota Banyuwangi.

  5. 5. Kota Banteng

    Padang Savana Alas Purwo/Dok Pemkab Banyuwangi
    Padang Savana Alas Purwo/Dok Pemkab Banyuwangi

    Nama kota Banteng di Banyuwangi memiliki Taman Nasional Alas Purwo yang masih dihuni kawanan Banteng Jawa. Hingga kini kamu bisa mudah menemukan kawanan banteng tersebut di padang savana Sadengan Alas Purwo. Ada banyak banteng yang selalu mencari rumput di sana.

  6. 6. Kota Pisang

    Ilustrasi pisang Candevish di Banyuwangi/Dok Pemkab Banyuwangi
    Ilustrasi pisang Candevish di Banyuwangi/Dok Pemkab Banyuwangi

    Kabupaten Banyuwangi juga dijuluki sebagai Kota Pisang. Tidak hanya Lumajang, Banyuwangi juga pernah menjadi sentra penghasil Pisang di tahun 1980-an. Untuk itu daerah ini juga pernah dijuluki sebagai kota pisang.

    Saat ini untuk mengembalikan kejayaan kota pisang yang pernah disandang, Banyuwangi mulai mengembangkan pisang jenis baru, candevish. Kini Banyuwangi lebih banyak didominasi jenis tanaman buah seperti jeruk dan buah naga.

  7. 7. Kota Santet

    Nah yang satu ini semua pasti sudah tahu. Julukan sebagai kota santet sudah dikenal sejak era Orde Baru hingga saat ini. Puncaknya saat peristiwa Tragedi Santet tahun 1998 yang banyak memakan korban.

    Saat ini, di Banyuwangi juga memiliki komunitas Persatuan Dukun Indonesia yang terpusat di sana. Komunitas ini sempat viral dan menyebut sebagai para dukun "baik" yang hanya mau menolong, bukan mencelakai orang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More