Malang, IDN Times - Arema FC mendapatkan hasil yang memalukan usai dibantai tamunya, Persebaya Surabaya dengan skor 0-4 pada Selasa (28/4/2026) lalu di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Bali. Hasil ini sangat memalukan pasalnya Bajol Ijo adalah rival bebuyutan Singo Edan.
Usai Dibantai Persebaya, Arema FC Langsung Evaluasi Besar-besaran

1. Manajemen Arema FC sangat kecewa, akan lakukan evaluasi besar-besaran
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, merasa sangat kecewa usai kekalahan telak dari Persebaya. Ia menegaskan bahwa hasil ini menjadi alarm keras untuk pembenahan internal tim. Oleh karena itu, Manajemen Arema FC berada di barisan yang sama dengan Aremania, ia menuntut tanggung jawab nyata dari seluruh jajaran pelatih dan pemain atas performa di lapangan.
Pria yang akrab disapa Inal juga menyampaikan bahwa kekalahan dalam laga krusial ini akan menjadi bahan evaluasi besar-besaran untuk menentukan masa depan tim di kompetisi mendatang. Ia mengungkapkan tidak ada ruang bagi hasil yang tidak maksimal di sisa musim.
"Kami sangat memahami kekecewaan Aremania. Harapan besar semula ada pada laga derbi ini, sebab setelah tren positif saat melawan Persib. Namun hasilnya beda. Untuk itu kami instruksikan secara tegas kepada tim agar empat laga tersisa harus menghasilkan poin maksimal sebagai pembuktian profesionalisme mereka," terangnya pada Jumat (1/5/2026).
2. Yusrinal membeberkan faktor eksternal yang menyebabkan Arema FC kalah dari Bajol Ijo
Pria berkacamata ini mengungkapkan jika ada banyak faktor yang menyebabkan timnya mengalami kekalahan yang memalukan. Pertama, timnya mengalami kelelahan usai bertandang ke Bandung dan hanya diberikan jeda 3 hari sebelum terbang ke Bali.
Yang kedua, ia melihat ketidakpastian terkait venue pertandingan yang sempat berubah-ubah sebelum laga turut memecah konsentrasi support system klub. Oleh karena itu. "Saya berharap hal ini menjadi catatan bagi operator liga ke depannya terkait Rest Period yaitu perlunya pertimbangan jeda istirahat yang ideal bagi tim yang melakoni laga tensi tinggi. Kita juga menyoroti Serta kepastian Venue yakni Kepastian lokasi pertandingan derbi sangat krusial bagi kesiapan mental dan logistik klub," tegasnya.
3. Manajemen Arema FC meminta maaf atas kekalahan dari Persebaya
Lebih lanjut, Yusrinal menyampaikan permohonan maaf kepada Aremania dan seluruh pecinta bola di Malang Raya. Ia mengapresiasi cara Aremania dalam menyampaikan kritik yang konstruktif dan tetap menjaga kondusifitas.
Ia juga menghimbau agar hasil pertandingan ini tidak dikembangkan menjadi isu-isu provokatif yang negatif. Karena fokus utama saat ini adalah intropeksi, perbaikan kualitas, dan bangkit demi nama besar Arema dan Aremania
"Kami berterima kasih kepada Aremania yang luar biasa dalam memberikan dukungan serta tetap respect dengan menyampaikan evaluasi secara elegan. Kami mengajak semua pihak untuk melihat ini murni sebagai persoalan teknis sepak bola," pungkasnya.