Usai Cukur Gundul PSBS BIak, Persebaya Malah Ajak Anthem Bareng

- Persebaya Surabaya menang telak 4-0 atas PSBS Biak di Stadion Gelora Bung Tomo, memastikan tim tamu terdegradasi ke Liga 2.
- Alih-alih merayakan berlebihan, pemain dan pelatih Persebaya menunjukkan empati dengan berjabat tangan serta menyanyikan lagu bersama PSBS Biak di tengah lapangan.
- Gestur sportivitas juga terlihat dari pelatih Bernardo Tavares dan pemain Fransisco Rivera yang menahan selebrasi, menegaskan nilai hormat dalam dunia sepak bola.
Surabaya, IDN Times - Persebaya Surabaya tak hanya menang besar di lapangan, tapi juga menunjukkan kelas di luar pertandingan. Usai membungkam PSBS Biak dengan skor telak 4-0 di Stadion Gelora Bung Tomo, momen penuh sportivitas justru jadi sorotan.
Kemenangan tersebut memastikan PSBS Biak harus turun kasta ke Liga 2. Namun, alih-alih merayakan secara berlebihan, skuad Persebaya memilih menunjukkan empati kepada tim tamu.
Usai laga, para pemain kedua tim berkumpul di tengah lapangan. Mereka saling berjabat tangan, memberi penghormatan, hingga bersama-sama menyanyikan lagu “Song For Pride” dalam suasana haru.
Media Officer Persebaya, Jonathan Yohvinno, mengatakan sikap respect juga ditunjukkan dari jajaran pelatih. “Pelatih Bernardo Tavares bahkan menunggu PSBS Biak keluar dari ruang ganti untuk memberikan semangat kepada pemain, pelatih, dan ofisial mereka,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).
Gestur serupa juga ditunjukkan pemain Persebaya, Fransisco Rivera. Ia memilih tidak melakukan selebrasi saat mencetak gol keduanya yang memastikan kemenangan tim.
Di tengah tekanan kompetisi, Persebaya menegaskan bahwa sepak bola bukan sekadar soal menang atau kalah. Lebih dari itu, ada nilai sportivitas dan rasa hormat yang tetap dijaga, bahkan saat satu tim harus menerima kenyataan pahit terdegradasi.















