Surabaya, IDN Times - Persebaya Surabaya tak ingin sekadar menjadi pelengkap di Super League 2026/2027. Usai gagal memenuhi ekspektasi musim lalu, Bajul Ijo langsung bergerak agresif dengan merombak total komposisi pemain asing. Sebanyak tujuh legiun impor dipastikan angkat kaki dan akan digantikan wajah-wajah baru demi meningkatkan daya saing tim.
Direktur Persebaya, Candra Wahyudi mengatakan, perombakan skuad merupakan hasil evaluasi menyeluruh yang dilakukan manajemen bersama tim pelatih usai berakhirnya musim 2025/2026.
"Salah satu hasil evaluasi terbesar adalah rencana penyegaran total pada komposisi pemain asing. Persebaya mengindikasikan akan mendatangkan sekitar tujuh pemain asing baru untuk meningkatkan daya saing tim," ujar Candra, Minggu (28/6/2026).
Perombakan dilakukan di seluruh lini, mulai pertahanan, lini tengah hingga lini depan. Meski begitu, manajemen masih menutup rapat identitas para pemain asing yang akan direkrut. Sejauh ini, nama bek asal Brasil Gledson Paixao menjadi salah satu yang santer dikaitkan dengan Persebaya.
Sebelumnya, Persebaya resmi melepas tujuh pemain asing, yakni Leo Lelis, Bruno Paraiba, Gustavo Fernandes, Milos Raickovic, Mihailo Perovic, Pedro Matos, dan Bruno Moreira. Langkah tersebut menjadi sinyal bahwa Bajul Ijo tengah membangun wajah baru untuk menghadapi kompetisi musim depan.
Di sisi lain, aktivitas transfer Persebaya sudah mulai terlihat dengan mendatangkan enam pemain lokal, yakni Dicky Kurniawan, Reza Arya, Syahrul Lasinari, Ricky Pratama, Yusuf Meilana, dan Ramdhan Sananta. Seluruh pemain telah menjalani tes medis sebagai bagian dari persiapan pramusim.
Candra menegaskan, kondisi kebugaran pemain menjadi perhatian utama musim ini. Karena itu, Persebaya juga memperkuat sistem medis agar risiko cedera dapat ditekan sepanjang kompetisi.
"Pelatih mengharapkan kebugaran pemain kami musim ini dan juga bagaimana sistem medisnya bisa lebih baik. Jadi tidak hanya dari awal tes ini, kami perbaiki kualitasnya," katanya.
Menurutnya, departemen medis akan berperan penting dalam memantau kondisi fisik pemain sepanjang musim. Hal itu dinilai krusial mengingat Super League 2026/2027 diprediksi berlangsung lebih kompetitif dengan jadwal pertandingan yang padat.
"Kami berharap punya skuad yang lebih kuat, skuad yang lebih bugar karena kompetisinya akan lebih berat dan target kami juga maksimal tahun ini," pungkas Candra.
