Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

PR Ketum PSSI dari Persela: Perbaiki Akademi Agar Tak Krisis Striker

PR Ketum PSSI dari Persela: Perbaiki Akademi Agar Tak Krisis Striker
Ilustrasi sekolah sepak bola (SSB) di Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan. IDN Times/Imron
Share Article

Lamongan, IDN Times - PSSI akan menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) untuk memilih ketua yang baru. Sejumlah harapan pun mulai disuarakan oleh sejumlah kalangan, baik klub, pemain, pemilik SSB hingga pencinta sepak bola di Tanah Air. Salah satu yang menaruh harapan besar pada kepemimpinan PSSI yang baru ini adalah Wakil Direktur Persela Football Academy (PFA), Agus Hariyono. 

Agus berharap kepada ketua PSSI yang terpilih nantinya bisa membawa sepak bola di Indonesia lebih maju dan memberikan perubahan, terutama mencetak para striker atau penyerang lokal Indonesia. Sebab, selama ini kebanyakan para klub besar Liga 1 masih mengunakan jasa striker pemain asing.

1. Siapapun yang jadi Ketua PSSI wajib majukan sepak bola Indonesia

Ilustrasi sekolah sepak bola (SSB) di Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan. IDN Times/Imron
Ilustrasi sekolah sepak bola (SSB) di Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan. IDN Times/Imron

Agus sendiri tak mempermasalahkan siapa yang bakal menjadi nahkoda PSSI yang baru nantinya. Bagi dia, siapapun pemimpinnya agar kedepannya bisa membawa perubahan sehingga membuat sepak bola di Indonesia lebih baik lagi sesuai harapan masyarakat luas.

"Yang pastinya pengurus PSSI yang baru terpilih mempunyai program bagaimana sih menciptakan striker yang asli putra Indonesia ini yang terpenting karena sela ini kita lihat masih banyak klub Liga 1 yang mengunakan jasa striker asing sehingga kita masih krisis striker," kata Agus, Kamis (19/1/2022).

2. Atlet sepakbola berprestasi harus terus dibina

Skuat Persela Lamongan saat menggelar ujicoba dengan klub lokal. IDN Times/Imron
Skuat Persela Lamongan saat menggelar ujicoba dengan klub lokal. IDN Times/Imron

Selain itu, lanjut Agus, Ketua PSSI yang baru nantinya juga diharapkan sering membuat event sepak bola di usia muda, baik di tingkat nasional, internasional dan tingkatan Asprov. Tujuannya agar para talenta muda tersebut mempunyai jam terbang tinggi dan bisa mengasah kemampuan dalam bermain bola.

"Selain mencetak para striker, event sepakbola tingkat usia muda juga perlu dilakukan. Jika ini terus dilakukan maka kemampuan pemain bisa makin baik," jelasnya.

3. Event sepak bola tingkat nasional dan daerah harus terus dibuat

Ilustrasi sekolah sepak bola (SSB) di Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan. IDN Times/Imron
Ilustrasi sekolah sepak bola (SSB) di Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan. IDN Times/Imron

Ketika, lanjut Agus, banyak event sepakbola yang diadakan di tingkat pusat maupun daerah dan event itu diikuti oleh anak-anak yang tergabung dalam SSB maka hal itu juga mempermudah mencari pemain yang potensial. Tak hanya itu para pemian yang mempunyai talenta sepak bola terbaik juga harus dibina.

"Kalau saat ini Persela Football Academy juga punya gagasan untuk membentuk sekolah sepakbola di 4 wilayah Utara, barat selatan dan timur tujuan supaya ada anak-anak sekitar yang mempunyai talenta sepak bisa terwadahi dan bisa dibina langsung oleh mereka yang ahli seperti Gustavo Lopez," pungkasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah

Latest Sport Jawa Timur

See More

Fix Bertahan! Malik Risaldi Lanjut Bareng Persebaya

07 Jun 2026, 12:35 WIBSport