Dihajar PSIS Semarang, Pelatih Arema Sebut Pemainnya Kalah Kualitas

Malang, IDN Times - Arema FC kian dekat dengan jurang degradasi usai dikalahkan oleh PSIS Semarang di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Bali pada Senin (5/1/2024). Singo Edan dibantai dengan skor 4-1 di laga home sore tadi. Empat gol Laskar Mahesa Jenar dicetak oleh Riyan Ardiansyah 2 gol dan Alfeandra Dewangga juga 2 gol, sementara gol semata wayang Arema FC dicetak Charles Lokolingoy.
Dengan hasil ini, semakin tertinggal dari perburuan zona playoff karena tertinggal 5 poin dari Persita Tangerang di peringkat 15. Arema FC hanya mengemas 21 poin dari 24 pertandingan.
1. Fernando Valente melihat pemainnya kalah kualitas dibandingkan PSIS Semarang

Pelatih Arema FC, Fernando Valente melihat jika kekalahan timnya diakibatkan oleh kualitas pemain yang berbeda dibandingkan lawan. Salah satu yang disoroti pria asal Portugal ini adalah kualitas shooting pemain-pemain PSIS Semarang. Bagaimana tidak, 3 dari 4 gol mereka dicetak melalui tendangan dari jarak jauh.
"Kita melihat kualitas shooting mereka, ini adalah perbedaan kualitas pemain yang membuat perbedaan. Kita mencoba mengontrol pertandingan, tapi tidak mudah dengan kualitas shooting seperti yang ditunjukkan PSIS Semarang," terangnya usai konferensi pers post match Arema FC Vs PSIS Semarang.
Fernando mengatakan jika pemain-pemainnya sudah mencoba melakukan shooting dari jarak jauh. Tapi ia melihat kualitas tendangan antara pemain Arema FC dan PSIS Semarang sangat jomplang.
"Kita juga melakukan shooting, tapi tidak mencetak gol, sebaliknya lawan melakukan shooting dan bisa mencetak gol. Ini tentang bakat pemain untuk mencetak gol seperti itu," jelasnya.
2. Fernando Valente akan mengambil tanggung jawab atas kekalahan ini

Pelatih 64 tahun ini mengatakan jika ia tidak akan membuat banyak alasan pada kekalahan ini. Ia akan mengambil tanggung jawab atas kekalahan memalukan hari ini. Ia juga meminta maaf pada para suporter yang kecewa dengan hasil ini.
"Seandainya kita sudah mencetak 1-2 gol, mungkin pertandingan akan berjalan berbeda. Tentu saja kita mendapatkan tekanan karena posisi kita, dengan melawan tim denga kualitas seperti ini kita harus mencetak gol, jadi saat tidak mencetak gol maka keraguan akan muncul," jelasnya.
Fernando melihat jika lawan bermain dengan kepercayaan diri tinggi, ia melihat jika kualitas permainan dan eksekusi tendangan bebas mereka sangat bagus. Pada babak kedua Fernando merasa bisa mengubah jalannya pertandingan, tapi 2 gol terakhir PSIS Semarang memukul telak Singo Edan.
"Dengan 10 game yang tersisa, kita harus bertarung sampai akhir. Dan kita harus recovery dan belajar dari situasi ini. Di pertandingan berikutnya kita harus menjadi lebih baik," tuturnya.
3. Charles Raphael tetap optimis Arema FC akan survive di Liga 1

Bek Arema FC, Charles Raphael mengatakan jika ia masih optimis jika Singo Edan akan selamat di Liga 1. Mereka tetap harus bekerja sampai akhir, san mencoba memenangkan sebanyak pertandingan yang bisa akan dijalani.
"Sangat sulit berbicara dalam kondisi saat ini, kita sebenarnya mengontrol pertandingan. Tapi pada akhirnya Semarang bisa mencetak 4 gol. Tapi kita akan melanjutkan pertandingan selanjutnya dengan semangat, dan bertarung di setiap pertandingan seperti sebuah final," pungkasnya.


















