Malang, IDN Times - Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 menjadi pukulan telak bagi Arema FC dan sepak bola Indonesia. Tapi saat itu, CEO Arema FC, Iwan Budianto (IB) justru menghilang dari sorotan media. Kini, IB tiba-tiba muncul kembali kemudian meminta maaf kepada keluarga korban, warga Malang Raya, dan seluruh pemangku kepentingan sepak bola di Indonesia yang terdampak secara luas akibat Tragedi Kanjuruhan.
Bos Arema FC Ungkap Sempat Berpikir Bubarkan Tim Usai Tragedi Kanjuruhan

1. Begini penjelasan IB kenapa ia menghilang usai Tragedi Kanjuruhan
IB menyampaikan kalau sejak 2019 sebenarnya ia secara struktur ia sudah menarik diri dari manajemen harian Arema FC. Kemudian di sisi lain, ia juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PSSI, sehingga ia merasa harus fokus menjalankan tugas organisasi di Jakarta saat situasi federasi yang sangat rawan sanksi pasca Tragedi Kanjuruhan.
"Saat itu saya terlibat aktif dalam korespondensi dengan pihak FIFA dan AFC untuk menyelamatkan sepak bola Indonesia dari sanksi berat, serta menjalani serangkaian proses pemeriksaan hukum. Kemudian saya juga sangat menghormati tatanan legal formal (pasca Tragedi Kanjuruhan)," terangnya melalui siaran pers Media Officer Arema FC.
2. IB sempat berpikir membubarkan Arema FC pasca Tragedi Kanjuruhanl
Melihat banyak tekanan untuk Manajemen Singo Edan, IB mengakui bahwa sempat terlintas di benaknya untuk membubarkan Arema FC. Perasaan ini muncul karena dorongan atas rasa lelah menghadapi proses hukum, hujatan, sampai penyerangan terhadap kantor Arema.
Tapi niat tersebut batal dilakukan karena ia mengaku menerima dukungan dari salah satu keluarga korban yang memintanya agar Arema tidak bubar dan tetap semangat. Motivasi ini jadi titik balik manajemen untuk terus melanjutkan eksistensi klub dan berkomitmen memberikan perhatian kepada keluarga korban.
"jadi ada salah satu perwakilan keluarga korban yang memberi motivasi, sehingga saya meneteskan air mata. Saya merasa dzalim jika membubarkan Arema sementara ada orang yang berharap klub ini tetap ada," ucapnya.
3. IB minta maaf dan janjikan transformasi sepak bola Indonesia
Lebih lanjut, ia menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh pihak yang terdampak atas kejadian tersebut. Ia meminta maaf atas nama manajemen Arema dan atas nama PSSI. Ia juga menjanjikan bahwa Tragedi Kanjuruhan akan menjadi katalisator bagi transformasi besar dalam industri sepak bola nasional. Ia melihat adanya perubahan signifikan dalam standar keamanan dan keselamatan di stadion-stadion seluruh Indonesia yang kini lebih rigid dan mengikuti aturan FIFA dan Polri.
"Mau diakui atau tidak, ada sekian puluh stadion dibangun semenjak kejadian itu yang menyesuaikan standar safety. Kami selaku Manajemen Arema FC juga akan terus berbenah dan berusaha berbuat yang terbaik ke depannya. Tapi saya menyadari bahwa bagi sebagian orang, rasa benci mungkin sulit untuk dihapuskan," pungkasnya.
Curated For You
- Usai Ricuh Arema-Bonek di Pasuruan, Kedua Kelompok Dipertemukan13 Agu 2026, 17:49 WIB