Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bersejarah! 8 Kiper Asing Ini Pernah Memperkuat Klub Jatim
Julian Schwarzer (instagram.com/julianschwarzergarcia)

Pemain asing merupakan salah satu bagian yang menarik untuk dibicarakan di sepak bola Indonesia. Mereka menawarkan keahlian di atas rata-rata dari pemain lokal. Tak terkecuali posisi kiper. Meski tak banyak, beberapa kiper asing juga pernah menjadi pilihan utama beberapa klub di Indonesia, terutama Jawa Timur. Dari klub legendaris Niac Mitra hingga Arema FC pernah menggunakan jasa mereka. Berikut daftarnya. 

1. David Lee bermain untuk Niac Mitra Surabaya di kompetisi Galatama 1980-an, pernah kalahkan Arsenal

David Lee (bolasepako.com)

David Lee Soon Chye menjadi kiper asing pertama yang memperkuat klub Jawa Timur sepanjang sejarah. Kiper asal Singapura itu pernah bermain untuk Niac Mitra Surabaya pada era kompetisi Galatama 1982-1983. David Lee saat itu mempunyai duet rekan satu negara yang tenar, Fandi Ahmaddi Niac Mitra.

David Lee mengukir kenangan manis saat membela Niac Mitra. Ia mampu mengantarkan timnya ini juara Galatama 1982/1983. Bahkan, David Lee juga mencatatkan rekor ciamik lain dengan membawa Niac Mitra memenangi laga persahabatan kontra Arsenal (2-0). Itu terjadi saat klub raksasa asal Inggris ini tengah melakukan tur Asia "The Gunners" ke Indonesia pada 1983. Niac Mitra jadi 1 dari 3 tim yang dilawan Arsenal, selain PSSI Selection dan PSMS Medan.

2. Darryl Sinerine hampir membawa PS Petrokimia Putra Gresik juara pada 1994/1995

Darryl Sinerine (instagram.com/gallerrysepakbolaindonesia)

Darryl Sinerine berada di urutan kedua sebagai kiper asing yang pernah memperkuat klub Jatim. Ia pernah merumput bersama PS Petrokimia Putra Gresik (kini Gresik United). Mantan kiper Timnas Trinidad dan Tobago itu pernah berkiprah di Liga Indonesia pada musim 1994/1995.

Ketika itu, Sinerine menjadi andalan Kebo Giras bersama dua bintang lainnya, Jacksen Ferreira Tiago dan Widodo Cahyono Putro. Peran mereka benar-benar dominan untuk tim. Buktinya, ketiga pemain tersebut mampu membawa Petrokimia Putra Gresik menyabet gelar runner-up Liga Indonesia 1994/1995. Sayang, mereka harus kalah dari Persib Bandung pada pertandingan final.

3. Persebaya mengandalkan Zeng Cheng saat mengarungi Ligina 2004/2005

Zeng Cheng (instagram.com/zengcheng1)

Zeng Cheng pernah jadi andalan Persebaya Surabaya di Liga Indonesia 2004/2005. Ia merupakan kiper impor berdarah Cina. Cheng didatangkan dari klub domestik, Wuhan Guanggu, dengan status peminjaman.

Menariknya, Persebaya memilih memboyong sang kiper saat usianya masih belia. Umur Cheng baru menginjak angka 18 tahun saat itu. Sayang, keberadaan Cheng tak bertahan lama di Bajol Ijo. Itu terjadi setelah Persebaya bikin insiden mundur dari fase delapan besar Liga Indonesia 2004/2005.

Cheng diketahui mengalami kemajuan karier yang pesat selepas keluar dari Persebaya. Ia acap dipercaya untuk jadi kiper andalan Timnas Cina di berbagai turnamen internasional. Bahkan, Cheng pernah merengkuh dua gelar juara Liga Champions Asia (LCA) bersama Guangzhou Evergrade pada 2013 dan 2015.

4. Denis Romanovs jadi kiper asing pertama dalam sejarah Arema

Deniss Romanovs (football-tribe.com)

Arema menjadi klub Jatim ke-4 yang pernah menggunakan jasa kiper asing. Ia adalah Deniss Romanovs, kiper berkewarganegaraan Latvia. Arema mengandalkannya di kompetisi musim 2011/2012. Pada saat itu, karier Deniss terjadi bersama Arema IPL, bukan Arema ISL. Sebagai informasi, kompetisi sempat mengalami perpecahan. Sehingga, Arema juga ikut terbagi menjadi dua kubu kala itu.

Deniss sendiri memperkuat Arema saat mengarungi Indonesian Premier League (IPL) 2011/2012. Ia jadi salah satu kiper utama tim ketika itu. Tetapi, Deniss gagal mengerahkan statistik penampilan terbaiknya. Ini terbukti usai sang kiper hanya membukukan sembilan penampilan untuk Arema di IPL 2011/2012.

5. Srdan Ostojic adalah kiper Arema berdarah Serbia pada 2018/2019

Srdan Ostojic (instagram.com/aremafcofficial)

Srdan Ostojic adalah penjaga gawang impor kedua yang pernah dimiliki Arema. Jasa kiper berpaspor Serbia itu dipakai saat mengarungi Liga Indonesia 2018/2019. Ostojic merupakan sosok kiper Singo Edan yang mempunyai perawakan jangkung, setinggi 193 sentimeter.

Namun, kiprah Ostojic tak bertahan lama di Arema. Itu karena penampilannya tidak memuaskan dengan statistik 7 kebobolan dan 1 clean sheet dari 4 pertandingan. Ostojic hanya berseragam Arema selama setengah tahun, dari paruh kompetisi hingga akhir musim Liga Indonesia 2018/2019.

6. Adilson Maringa pernah membawa Arema juara pada 2022

Adilson Maringa (instagram.com/aremafcofficial)

Adilson Maringa menempati daftar kiper asing Arema selanjutnya. Ia merupakan sosok kiper kelahiran Brasil. Sejauh ini, Maringa bisa dikatakan sebagai kiper non lokal terbaik dalam sejarah Singo Edan. Bagaimana bisa?

Maringa sudah menghabiskan waktu 2 musim berkarier di Malang. Itu terjadi pada 2021—2023. Selama itu, kiper berusia 33 tahun ini sukses mempersembahkan satu gelar juara untuk Arema.

Diketahui, Maringa pernah membawa Singo Edan merajai Piala Presiden 2022. Perannya benar-benar tak tergantikan di bawah mistar gawang Singo Edan ketika itu. Bahkan, berkat kerja kerasnya, Maringa juga terpilih sebagai pemain terbaik di Piala Presiden 2022.

7. Lagi-lagi, Arema mengandalkan Julian Schwarzer pada 2023/2024

Julian Schwarzer (instagram.com/julianschwarzergarcia)

Arema memiliki total empat kiper asing dalam sejarah perjalanan kiprahnya. Terakhir, ada nama Julian Schwarzer yang masih aktif membela Timnas Filipina. Ia merupakan kiper impor paling baru yang mengenakan jersi Arema sejak awal musim Liga 1 Indonesia 2023/2024.

Kedatangan Schwarzer membawa angin segar bagi Arema. Sebab, kiper muda 24 tahun itu benar-bebar membawa perubahan di sektor penjaga gawang tim yang sempat amburadul. Kini, Schwarzer sudah berjasa besar dengan 19 penampilan (1.710 menit) dan 3 clean sheets di Liga 1.

Hanya saja, Schwarzer masih mengemban tugas berat di Arema. Itu karena ia belum mampu membawa Singo Edan mentas dari jeratan zona degradasi klasemen Liga 1 2023/2024. Untuk sementara, Arema masih menduduki tangga ke-16 dengan koleksi 21 poin dari 23 pertandingan.

8. Lucas Frigeri jadi kiper asing terbaru yang membela Madura United pada 2023/2024

Lucas Frigeri (instagram.com/maduraunited.fc)

Lucas Frigeri berada di ururan terakhir sebagai kiper asing yang pernah membela klub Jatim. Sosok asal Brasil ini merupakan kiper pilihan dari Madura United. Frigeri diboyong Laskar Sapeh Kerrab untuk mengarungi putaran kedua Liga 1 Indonesia 2023/2024.

Madura United mempunyai harapan besar terhadap Frigeri. Sebab, kedatangan pria berusia 34 tahun ini diharapkan mampu bikin performa di sektor kiper tim menjadi lebih baik. Akan tetapi, peran Frigeri masih belum tampak terlalu jauh saat ini. Itu disebabkan ia baru memperkuat Madura dalam 2 laga saja (180 menit). Perjalanan Frigeri untuk membuktikan diri terbilang masih jauh.

 

Demikian ulasan sederet kiper asing yang pernah memperkuat klub asal Jawa Timur. Di antara mereka, siapa yang masuk ke dalam daftar kiper favoritmu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team