Hadapi Masalah Finansial, Arema FC Pertimbangkan Berkandang di Jatim
Malang, IDN Times - Arema FC masih bingung menentukan di mana mereka akan berkandang pada sisa laga di Liga 1 Musim 2023/2024. Pasalnya, mereka mendapatkan pendapatan yang sangat kecil saat berkandang di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Bali. Mereka bahkan tidak pernah mendapatkan penonton lebih dari 1.000 orang.
Pelatih Arema FC, Fernando Valente sempat mengatakan jika mereka tetap akan berkandang di Bali. Namun, kini Manajemen Arema FC mulai berpikir untuk bermain di Jawa Timur demi memperbaiki finansial.
1. Manajemen Arema FC menghitung untung rugi bermain di Jawa Timur

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi mengatakan jika pertimbangan memindahkan homebase di Jawa Timur tengah mereka perhitungkan. Mereka akan memperhitungkan untung rugi memindahkan kandang Singo Edan dari Bali ke Jawa Timur.
"Kalau dipindahkan ke Jawa Timur mungkin pengeluaran operasional lebih sedikit, tapi tentu ada resikonya. Kita masih melakukan pertimbangan matang-matang," terangnya saat dikonfirmasi pada Rabu (15/11/2023).
Yusrinal mendapatkan masukan jika mereka bermain di Jawa Timur akan mendatangkan lebih banyak suporter daripada di Bali. Namun, ia masih ragu apakah pendapat tersebut akan menutup biaya operasional pertandingan. Ia juga tidak yakin penonton yang datang akan sama seperti saat mereka masih bermain di Malang.
"Ada yang bilang bermain di Jatim pasti akan datang lebih banyak suporter, tapi apakah ada yang bisa menjamin hal itu? Seandainya stadion tidak penuh, kami tetap harus mengeluarkan dana operasional pertandingan," ujarnya.
2. Tidak mudah memilih stadion di Jawa Timur, faktor sosial budaya juga diperhatikan

Pria berkacamata ini juga menyampaikan jika pertimbangan memilih homebase bukan hanya infrastruktur saja. Tapi sosial budaya di lingkungan sekitar juga jadi pertimbangan penting. Pasalnya pertandingan Liga 1 akan menghadirkan banyak penonton dari berbagai daerah.
"Kita harus mempertimbangkan kondisi sosial budaya wilayah yang akan kita jadikan homebase. Kita tidak bisa pisahkan faktor masyarakat sekitar dengan sepak bola, karena pasti akan berpengaruh," ucapnya.
Ia tidak ingin ada gesekan antara Aremania dengan masyarakat sekitar yang tidak suka dengan kehadiran mereka. Sehingga membutuhkan pertimbangan yang benar-benar matang, tidak bisa diputuskan dengan begitu mudahnya.
3. Menurut Manajemen Arema FC, bermain di Bali adalah pilihan paling ideal

Meskipun ada pertimbangan bermain di Jawa Timur, Yusrinal mengatakan jika Stadion Kapten I Wayan Dipta adalah pilihan paling ideal. Mereka telah berkandang di sana selama 5 bulan, dan tidak pernah terjadi masalah berarti. Singo Edan diterima dengan baik untuk bermain di Pulau Dewata.
Meskipun demikian, Manajemen Singo Edan saat ini telah menjajaki peluang untuk bermain di Jawa Timur. Mereka masih berkoordinasi dengan pengelola stadion di kota-kota sekitar wilayah Malang Raya.
"Saat ini memang yang paling ideal adalah di Bali. Meskipun demikian, kami masih terus memantau peluang untuk kembali ke sekitar Malang. Kami sudah berusaha menjajaki stadion-stadion di Jawa Timur," pungkasnya.



















