Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sirkuit Jakarta Kebanjiran, Latihan Timnas BMX Pindah ke Muncar

Kab. Banyuwangi
Sirkuit Jakarta Kebanjiran, Latihan Timnas BMX Pindah ke Muncar
Pebalap kategori men elite sedang berlaga di Sirkuit internasional BMX Muncar Banyuwangi, Sabtu (26/10).IDN Times/Mohamad Ulil Albab
Share Article

Banyuwangi, IDN Times - Sejumlah pebalap Tim Nasional BMX Indonesia, dijadwalkan melanjutkan latihan ke Sirkuit Muncar Kabupaten Banyuwangi. Sebelumnya para Timnas BMX tidak bisa melanjutkan latihan di Sirkuit Pulo Mas Jakarta karena mengalami kerusakan akibat terendam banjir.

  1. 1. Latihan pindah ke Muncar Banyuwangi

    Pebalap kategori men elite sedang berlaga di Sirkuit internasional BMX Muncar Banyuwangi, Sabtu (26/10). IDN Times/Mohamad Ulil Albab
    Pebalap kategori men elite sedang berlaga di Sirkuit internasional BMX Muncar Banyuwangi, Sabtu (26/10). IDN Times/Mohamad Ulil Albab

    Kepala Pelatih Timnas Balap Sepeda, Dadang Haries Purnomo saat ini sudah berada di Banyuwangi. Dia mengatakan, setelah Sirkuit Pulo Mas rusak terkena banjir, para pebalap BMX sempat pindah latihan di Sirkuit Yogyakarta.

    Namun, karena curah hujan di Yogyakarta yang cukup tinggi membuat, timnya memutuskan untuk pindah latihan di Sirkuit BMX Muncar Banyuwangi pada pekan ini.

    "Alternatifnya Banyuwangi atau Jogja. Jakarta ga bisa dipakai karena track-nya rusak. Dua minggu ini saya sudah ke Jogja. Di sana tiap sore hujan. Kami enggaka bisa lama-lama tidak latihan karena harus persiapan sampai akhir bulan," ujar Dadang di Banyuwangi, Rabu (8/1).

  2. 2. Persiapan kejuaraan dunia di Australia

    Pebalap kategori men elite sedang berlaga di Sirkuit internasional BMX Muncar Banyuwangi, Sabtu (26/10). IDN Times/Mohamad Ulil Albab
    Pebalap kategori men elite sedang berlaga di Sirkuit internasional BMX Muncar Banyuwangi, Sabtu (26/10). IDN Times/Mohamad Ulil Albab

    Sejumlah atlet yang bakal fokus latihan antara lain Toni Syarifudin, I Gusti Bagus Saputra, dan Rio Akbar. Latihan tersebut harus rutin dilakukan untuk persiapan tampil di empat Seri World Cup BMX di Australia pada Februari 2020.

    "Februari kami mau ikut world cup di Australia. Atlet yang berlaga di sana Toni, Bagus, Rio," ujar Toni.

  3. 3. Dipilih karena curah hujan belum tinggi

    Carol berada di barisan depan saat di tikungan kedua di Sirkuit BMX Muncar Banyuwangi, Minggu (27/10). IDN Times/Mohamad Ulil Albab
    Carol berada di barisan depan saat di tikungan kedua di Sirkuit BMX Muncar Banyuwangi, Minggu (27/10). IDN Times/Mohamad Ulil Albab

    Dia melanjutkan, Sirkuit BMX Muncar dipilih jadi alternatif tempat latihan selanjutnya karena curah hujan di kawasan Banyuwangi bagian selatan tenggara dan dekat dengan kawasan pesisir ini masih belum tinggi.

    "Banyuwangi dipilih karena hujan belum terlalu sering. Seminggu mungkin hanya 2 kali aja," terangnya.

    Kejuaraan dunia BMX di Australia, kata Dadang, menjadi poin penting untuk mendapatkan peringkat sebagai tiket mengikuti kejuaraan Olimpiade di Tokyo, Jepang 2020.

  4. 4. Butuh penyesuaian kembali

    Pebalap kategori men elite sedang berlaga di Sirkuit internasional BMX Muncar Banyuwangi, Sabtu (26/10).IDN Times/Mohamad Ulil Albab
    Pebalap kategori men elite sedang berlaga di Sirkuit internasional BMX Muncar Banyuwangi, Sabtu (26/10).IDN Times/Mohamad Ulil Albab

    Dalam seminggu, para Timnas BMX harus latihan serius sebanyak 6 hari. Tiap harinya rata-rata menghabiskan waktu 1 sampai 3 jam.

    "Anak anak dalam sehari berlatih 1-3 jam. Enggak ada masalah pindah tempat latihan.Tapi memang butuh penyesuaian dan persiapan lagi. Selama ini kami sudah persiapkan semuanya di Jakarta," ujarnya.

    Karakteristik sirkuit Pulo Mas Jakarta dengan Sirkuit Muncar, kata Dadang, memang memiliki perbedaan. Namun para pebalap tersebut diyakini cepat menyesuaikan diri, karwna sudah mengenal Sirkuit Muncar beberapa kali saat mengikuti ajang Banyuwangi Internasional BMX yang rutin berlangsung tiap tahunnya.

    "Trek di Banyuwangi lebih teknikal karena carak rintangannya lebih rapat, sementara di Jakarta, rintangnya lebih panjang jaraknya sehingga butuh speed dan tekhnik," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More