Atlet binaraga dengan ketua KONI Jombang Tito Kadarisman. IDN Times/Dok. Zainul Arifin
Selama latihan, kata Tito, harus dilakukan dengan protokol kesehatan sangat ketat, dicek suhu tubuh dengan termometer, digilir dan harus benar-benar jaga jarak, mengenakan masker, cuci tangan pakai sabun dan aturan ketat lainnya. Untuk cabor yang kumpul banyak atlet, latihannya di batasi.
"Cabor yang kumpul banyak atlet, seperti kelas kumite, dibedakan jam latihan, kempo dua. Seperti latihan peregangan otot atlet-atletik di ruang kebugaran KONI dibatasi hanya 4 atlet dalam ruangan," tuturnya.
Kapasitas latihan sasana atau tempat latihan lain dengan kuota minimal setengah dari kapasitas ruangan. Semisal, di Dojo Karate muat 60 orang umumnya, maka diisi 20 hingga 25 orang, sisanya bergilir agar tidak sampai menimbulkan kerumunan.
"Pembatasan dilakukan untuk menghindari kerumuman banyak orang. Selain itu, para atlet-atletik bisa lebih fokus dan konsentrasi saat latihan. Yang pastinya, saat latihan dengan protokol kesehatan dan latihan atlet didampingi pelatih," paparnya.
"Kalau untuk latihan tanding beladiri masker harus dilepas agar tidak menghambat masuknya oksigen ke tubuh," sambungnya.