Tulungagung, IDN Times - UIN SATU Tulungagung resmi melarang kegiatan nobar film dokumenter Pesta Babi di dalam kampus. Sebelumnya terdapat dua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang akan menggelar nobar film tersebut di dalam kampus. Mereka telah mengajukan izin ke pihak kampus terkait kegiatan ini. Namun pihak kampus membatalkan kegiatan tersebut dan resmi melarang pemutaran film Pesta Babi.
UIN SATU Tulungagung Larang Pemutaran Film Pesta Babi di Kampus

1. Sebut film harus memiliki izin
Warek III UIN SATU Tulungagung, Syamsun Ni'am membenarkan bahwa pihaknya melarang kegiatan nobar Film Pesta Babi di dalam kampus. Pasalnya, Film Dokumenter Pesta Babi belum memiliki izin. Menurutnya sebuah film harus memiliki izin sejumlah instansi seperti Kominfo atau instansi lain.
"Tadi saya koordinasi dengan Rektor. Karena film dokumenter ini secara resmi belum memiliki izin, film itu harus ada izin," ujarnya, Rabu (21/55/2026).
2. Minta mahasiswa menonton film secara pribadi atau lewat YouTube
Secara resmi UIN SATU Tulungagung melarang kegiatan nobar Film Pesta Babi di dalam kampus. Mengingat UIN SATU Tulungagung merupakan lembaga negara. Mahasiswa bisa menonton film tersebut di luar kampus atau secara pribadi melalui kanal YouTube.
"Rektor khawatir ada hal-hal yang tidak diinginkan. Kalau mahasiswa ingin nonton secara pribadi dipersilakan," paparnya.
3. Pengajuan izin nobar film pesta babi ditolak
Syamsun mengaku baru mendapat informasi kegiatan nobar film Pesta Babi di dalam kampus UIN SATU Tulungagung dua hari lalu. Pengajuan izin mahasiswa tersebut sudah ditolak kampus. Disinggung apakah ada tekanan dari aparat, Syamsun mengaku tidak mengetahui hal tersebut. Namun yang jelas, UIN SATU Tulungagung menolak kegiatan nobar film Pesta Babi.
"Pengajuan mahasiswa nobar ditolak. Saya baru dua hari lalu tahu kalau ada rencana nobar," pungkasnya.