Surabaya, IDN Times - Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jawa Timur (Jatim) mencatat nilai transaksi tertinggi secara nasional sepanjang 2026. Berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simkopdes) per 13 Juli 2026, total transaksi KDKMP di Jatim mencapai Rp21,57 miliar dari 4.459.392 transaksi.
Nilai tersebut menyumbang 38,05 persen dari total transaksi nasional yang mencapai Rp56,69 miliar, sekaligus menempatkan Jatim di posisi teratas dibanding provinsi lain.
Dalam rincian transaksi, kategori barang lainnya menjadi penyumbang transaksi terbesar dengan nilai Rp2,25 miliar. Posisi berikutnya ditempati Pupuk NPK Phonska sebesar Rp2,15 miliar, disusul Pupuk Urea senilai Rp1,83 miliar. Selain sarana produksi pertanian, komoditas kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, hingga rokok juga menjadi penggerak utama perputaran ekonomi di KDKMP.
Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak mengatakan, capaian tersebut menjadi indikator tingginya aktivitas ekonomi di koperasi desa. Namun, menurutnya, keberhasilan itu harus diikuti dengan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Pekerjaan rumah kami adalah bagaimana KDKMP yang sudah terbangun ini bisa sesegera mungkin membawa manfaat bagi masyarakat. Fokus kami bukan membanding-bandingkan dengan daerah lain," ujarnya, Selasa (14/7/2026).
Emil menyebut Pemprov Jatim terus berkoordinasi dengan Kementerian Koperasi dan PT Agrinas untuk memastikan operasional koperasi berjalan optimal, mulai dari pembentukan kelembagaan hingga sinkronisasi dengan pemerintah desa.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim, Endy Alim Abdi Nusa mengatakan tingginya transaksi juga dipengaruhi tingginya permintaan berbagai komoditas di koperasi. Meski demikian, pihaknya masih menemukan kendala distribusi stok barang di sejumlah daerah.
"Kami juga sudah berkomunikasi dengan PT Agrinas terkait stok barang di koperasi-koperasi yang laris," katanya.
Meski demikian, Endy mengakui masih ada persoalan pasokan barang di lapangan. Beberapa koperasi melaporkan stok sembako belum selalu tersedia sehingga operasional toko belum berjalan maksimal.
