Surabaya, IDN Times - Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur (Jatim) berkoordinasi dengan pengelola tol Trans Jawa, Jasa Marga, terkait persiapan mudik dan balik lebaran. Hasilnya, ruas Tol Probolinggo - Banyuwangi (Probowangi) akan dibuka atau dioperasionalkan.
Dibukanya ruas Tol Probowangi bukan kali pertama. Ketika libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024, ruas Gending-Kraksan dioperasionalkan. Namun hanya dipakai satu lajur secara bergantian.
Nah, untuk mudik nanti kemungkinan ada perbedaan. Dua lajur baik yang mengarah ke Surabaya maupun Banyuwangi sudah bisa dipakai semua. Sebab pembangunannya telah hampir tuntas. “Sebenarnya itu bergantung pembebasan lahan juga," ujar Direktur Utama PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi, Adi Prasetyanto dalam keterangannya.
Menurutnya untuk pembebasan lahan hingga 16 Februari 2025, PT JPB mencatat progresnya telah mencapai 99,55 persen. Dia menyebutkan, sesuai dengan Permenko Perekonomian Nomor 9 Tahun 2022, pembebasan lahan dan pembangunan Jalan Tol Probowangi difokuskan pada ruas Probolinggo - Besuki.
"Progres konstruksi pembangunan Tahap I jalan tol ini mencapai 73,53 persen hingga tanggal 16 Februari 2025. Pembangunan Tahap I merupakan pembangunan dari Probolinggo - Besuki yang terbagi atas tiga paket pekerjaan konstruksi yaitu Paket 1 (Gending-Kraksaan), Paket 2 (Kraksaan-Paiton) hingga Paket 3 (Paiton-Besuki)," jelasnya.
"Pembangunan ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam merealisasikan Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya pada percepatan pembangunan infrastruktur strategis untuk meningkatkan konektivitas wilayah dan swasembada pangan," paparnya.
Adi optimistis, Tol Probowangi ini dapat mendukung penguatan ekonomi wilayah Jawa Timur sekaligus mengurangi kesenjangan infrastruktur antarwilayah. Secara keseluruhan, Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi sepanjang 175,4 km terbagi menjadi dua Tahap Pembangunan.
"Sesuai dengan kebijakan pemerintah, saat ini baru dilaksanakan tahap Gending-Besuki sepanjang 50 km," imbuhnya.
Adi menambahkan, Jalan Tol Probowangi tidak hanya memperlancar arus logistik dan mobilitas masyarakat. Tapi juga menjadi katalisator pengembangan sektor pariwisata, pertanian, dan industri di kawasan Tapal Kuda, yaitu Banyuwangi, Bondowoso, Jember, Lumajang, Pasuruan, Situbondo dan Probolinggo.
"Jika pembebasan lahan sesuai dengan target, maka pengerjaan kontruksi untuk Segmen Gending-Kraksaan ditargetkan dapat selesai pada Maret 2025 dan dapat digunakan untuk fungsional selama periode libur Hari Lebaran Tahun 2025, sedangkan untuk Segmen Kraksaan-Besuki ditargetkan selesai di tahun 2025," ungkapnya.
Pembangunan Tahap I Probolinggo-Besuki nantinya akan memiliki tiga Gerbang Tol (GT), yaitu GT Kraksaan, GT Paiton, dan GT Besuki. Selain itu juga akan memiliki 3 buah simpang susun yaitu SS Kraksaan, SS Paiton dan SS Besuki.
Secara keseluruhan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi terbagi atas tujuh seksi, yaitu Seksi 1 Gending-Kraksaan 12,88 km, Seksi 2 Kraksaan-Paiton 11,20 km, Seksi 3 Paiton-Besuki 25,60 km, Seksi 4 Besuki-Situbondo 42,30 km, Seksi 5 Situbondo-Asembagus 16,76 km, Seksi 6 Asembagus-Bajulmati 37,45 km, dan Seksi 7 Bajulmati-Ketapang 29,21 km.
Jalan Tol Probowangi merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikelola oleh PT JPB yang nantinya dapat memangkas waktu tempuh Probolinggo - Besuki yang semula sekitar 1 jam 15 menit menjadi 30 menit dengan kecepatan rata-rata 80-100 km/jam.
