Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tiga Mahasiswa di Surabaya Jadi Korban Pengeroyokan saat Penelitian

Tiga Mahasiswa di Surabaya Jadi Korban Pengeroyokan saat Penelitian
Ilustrasi pengeroyokan (Dok. Idn times)
Intinya Sih
  • Tiga mahasiswa Surabaya dikeroyok saat melakukan penelitian uji coba kendaraan hemat energi di Ketintang Madya, Gayungan, pada malam hari.
  • Insiden bermula ketika salah satu mahasiswa menegur pengendara motor yang menimbulkan percikan api, lalu para pelaku merasa tersinggung dan melakukan pengeroyokan.
  • Polisi menangkap tiga pelaku berinisial MR, RA, dan AB, sementara satu orang masih buron; tim khusus dibentuk untuk memberantas aksi gangster di Surabaya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Surabaya, IDN Times - Tiga orang mahasiswa Surabaya menjadi korban pengeroyokan saat melakukan penelitian uji coba kendaraan hemat energi. Peristiwa itu terjadi di Ketintang Madya, Gayungan, Surabaya pada Minggu (31/5/2025).

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol, Luthfie Sulistiawan mengatakan, awalnya tiga mahasiswa itu sedang melakukan uji coba kendaraan hemat energi di malam hari. Mereka sengaja melakukan penelitiannya di malam hari karena untuk melihat efektivitas kendaraan tersebut ketika hari sudah petang.

"Pada saat ketiga mahasiswa tersebut sedang konsentrasi melakukan riset, datanglah atau melintas empat kendaraan roda dua yang juga sama digeber-geber," ujar Luthfie, Jumat (5/6/2026).

Di antara empat kendaraan yang sedang geber-geber ini, satu di antaranya standar motornya tidak dinaikkan. Standar motor itu menempel ke aspal dan menimbulkan percikan api.

"Karena itu kemudian salah satu dari tiga mahasiswa ini menegur. menyampaikan itu, standar kendaraannya dinaikkan karena itu menimbulkan percikan api," ungkap dia.

Para pengendara motor itu kemudian berbalik arah merasa tersinggung karena ditegur. Mereka kemudian mengeroyok tiga orang mahasiswa tersebut.

"Pengeroyokan dengan cara dipiting, dipukul mukanya sampai dengan dibenturkan kepalanya ke portal jalan. Akibatnya, tiga mahasiswa tersebut menderita luka cukup parah," jelas Luthfie.

Setelah peristiwa itu, tiga orang pelaku yakni MR, RA dan AB ditangkap polisi. Sementara satu orang masih dalam pengejaran.

"Nah, saya minta untuk yang satu orang segera menyerahkan diri karena kita akan terus cari sampai dapat dan akan kita lakukan proses hukum secara tegas," ungkap dia.

Luthfie pun menekankan kepada kelompok gangster agar berhenti melakukan hal-hal yang menimbulkan keresahan masyarakat. Pihaknya bahkan telah membentuk tim khusus untuk menangani masalah gangster di Kota Pahlawan.

"Kita sudah membentuk unit khusus terdiri dari 23 personel. yang memiliki kualifikasi khusus, Brimob, Reserse, yang akan kita gerakkan setiap hari untuk patroli, monitoring yang sudah saya perintahkan terhadap para pelaku-pelaku yang meresahkan, yang membahayakan keselamatan, lakukan tindakan tegas, keras, terukur," pungkas dia.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin

Latest News Jawa Timur

See More